Hankam

Hankam

Memasuki Usia ke 337 Brebes Berhias, Bukan Bersolek

Info Humas.Slogan Brebes bersih, hijau indah aman dan sehat (berhias) bukan berarti bersolek. Karena konotasi bersolek memberi kesan hanya mempermak wajah dengan aneka make up yang seronok, Sehingga tampak tidak cantik bahkan malah terkesan glamour dan tidak estetik. Di kandung maksud antara semangat membangun, dana yang tersedia dan keikhlasan berkarya bersinergi menjadi satu demi kesejahteraan dan keadilan masyarakat Brebes.
Pada 18 Januari 2015 seiring memasuki usia yang ke-337 Kabupaten Brebes teruslah Berhias. “Kita harus meneguhkan pengertian berhias dengan sentuhan-sentuhan pembangunan yang berkarakter, ” kata Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat dihubungi humas di Pendopo Bupati, Sabtu (17/1).
Pembangunan yang berkarakter, akan tampak ketika Brebes menjadi cantik lahir dan batin. Dalam artian tidak hanya membangun secara fisik tapi juga psikis, pembangunan jasmani dan rohani.
Dia bertekad, dalam genggaman kepemimpinannya dibangun dengan mengokohkan enam pilar pembangunan. Enam pilar tersebut, satu demi satu semakin kokoh dan dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat dari tepian pantai hingga pucuk gunung.
Sejalan dengan kepemimpinannya bersama Narjo, ditahun ketiga memperteguh pelaksanaan enam pilar pembangunan sebagai program andalannya. Yakni 1. Memberikan santunan kematian bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp 1 juta. 2. Menerima aspirasi masyarakat langsung di pendopo Kabupaten Brebes (Open House), 3. Memberikan dana operasional bagi RT dan RW, 4. Meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid, Hafidz-Hafidzah, 5. Meningkatkan ekonomi kerakyatan. 6. Memperbaiki sarana dan prasarana (infrastruktur).
Dari waktu waktu keenam pilar tersebut telah terealisasi sesuai dengan peruntukannya. Santunan kematian misalnya, untuk memperpendek proses klaim telah didekatkan pengurusannya ditingkat kecamatan. “Masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kabupaten hanya sekadar untuk mengurus dana santunan kematian,” kata Idza.
Begitupun dengan pelaksanaan Open House telah dilaksanakan ditingkat Kecamatan. Sehingga lebih focus mengungkapkan apa yang menjadi permasalahan di daerah kecamatan yang bersangkutan. Siapapun boleh datang dan menayakan kendala yang mencuat untuk dicarikan kendali. “Bila ada hal-hal yang masih terbelenggu di dalam hati masyarakat, silakan tanyakan ke Saya saat open house, nanti kita cari solusinya bersama-sama,” ujar Istri dari Kompol Drs H Warsidin sembari tersenyum.
Pelaksanaan pembangunan, lanjutnya, tidak lepas dari peran serta Ketua RT dan RW yang menjadi ujung tombak di lapisan terbawah. Maka patutlah, kalau mereka juga perlu mendapatkan sekadar stimulant untuk sekadar medang ketika rapat dengan pemberian dana operasional. Dia menjelaskan, tahun 2014 digelontorkan dana sebesar Rp 1.950.800.000 untuk 9.754 Ketua RT dan RW se Kabupaten Brebes. Tiap-tiap Ketua RT dan RW mendapatkan Rp 200 ribu rupiah. Bila dibandingkan dengan 2013, tahun 2014 ada penambahan 77 orang karena ada pemekaran wilayah. “Sekarang banyak perumahan baru, sehingga bertambah pula jumlah Ketua RT/RW nya,” kata Idza.
Yang dimaksud dengan pembangunan Rohani, kata Idza, berupa peningkatan pembangunan bidang keagamaan. Dengan harapan terjadi peningkatan iman dan takwa. Berbagai peringatan hari besar islam dan agama lainnya terus digelar. “Saya melihat, kalau Brebes itu sangat religius. Pantaslah kalau Brebes kita sebut Negeri Santri,” puji Bupati.
Fakta tersebut ditandai dengan ratusan pondok pesantren yang tersebar di seluruh pelosok Brebes. Masjid dan Mushola juga terus berkembang. “Hampir setiap bulan saya meletakan batu pertama dan meresmikan pembangunan tempat ibadah,” ungkapnya.
Inilah yang kemudian Brebes selalu mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan tingkat provinsi yakni Halaqoh Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Termasuk penyelenggaraan Idul Khotmi Tijaniyah tingkat Nasional digelar juga di Jatibarang Brebes.
“Tentu Saya tidak berlebihan kalau kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid serta hafidz-hafidzah, selalu saya tingkatkan kesejahteraannya,” ucapnya.
Ekonomi kerakyatan, tutur Idza, menjadi bagian tak terpisahkan untuk membangun membangun Brebes. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mayoritas pelakukanya adalah masayarakat ekonomi menengah ke bawah terus diupayakan peningkatannya. “Bahkan anak-anak jalanan yang memiliki ketrampilan UMKM pun kami perhatikan dengan mengikutsertakannya dalam Jateng Fair di Semarang,” tuturnya.
Bagi dia, begitu banyak hal-hal perlu dikerjakan akan menjadi ringan kalau diupayakan bersama. Dari mulai bidang agama, pertanian, perdagangan, pendidikan, UMKM, Investasi, generasi muda, perempuan, dan lain-lain. “Dalam kesempatan ini Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan cerdas seluruh SKPD, Masyarakat Ulama serta Umara yang pada dasarnya merupakan pelaku utama pembangunan Brebes,” ujar Idza.
Brebes memang selayaknya terus Berhias tanpa henti. Termasuk membuka kran selebar-lebarnya untuk para investor. Puluhan pabrik berskala nasional dan internasional telah banyak berdiri di sepanjang pantura Brebes dan ada juga yang dalam proses pendirian. “Yang jelas, Saya ingin menjadikan Brebes sebagai Kabupaten Pro Investasi,” kata Ibu empat anak ini.
Sesanti Brebes Mangesti Wicara Ebahing Praja, yang mengandung maksud rakyat bersama pemerintah Kabupaten bertekad untuk membangun daerahnya guna mewujudkan kesejahteraan bersama dalam rangka membangun Negara dan bangsa tetap menjadi spirit pembangunan Brebes.
Idza mengajak, momentum hari jadi ke-337, satu demi satu kita hiasi diri kita, lingkungan kita dengan menanamkan segala kebaikan. “Berprinsiplah, apa yang kita lakukan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT lewat tangan-tangan keikhlasan kita,” ajaknya.
Atas sentuhan tangan-tangan keikhlasan seluruh Pemkab Brebes dan masyarakat Brebes, terlihatlah selama tahun 2014 mendapatkan penghargaan antara lain:
Pin Emas keberpihakan Bupati pada Koperasi dan UMKM, Penerapan ISO-9001:2008/SNI ISO–9001:2008, untuk Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu. Di bidang pertanian, juara 3 tingkat provinsi jawa tengah, pelayanan ketahanan pangan, atas nama Wariman, SP
Sub sektor perikanan, diwakili oleh Pokdakan Muncul Jaya Limbangan Wetan-Kecamatan Brebes berhasil menjadi Juara 1 tingkat Nasional pembudidaya udang, juara 2 pengolahan ikan yang diwakili kelompok laukan Indonesia, Kecamatan Kersana. Di tingkat provinsi, kelompok Mulya Mina–Wanasari berhasil mejadi juara 1 budidaya ikan lele gentong
Dan dari sub sektor peternakan kita berhasil menjadi juara 3 lomba kelompok ternak sapi potong tingkat provinsi oleh kelompok tani ternak Jabres Barokah, dan juara harapan 1 desa ternak sehat, yang dirah oleh desa Karangpari kecamatan Bantarkawung. Dari sektor kesehatan, juara 2 tenaga gizi teladan berhasil diraih oleh Ana Marliana
Di bidang pendidikan, tak sedikit pula prestasi yang berhasil ditorehkan, antara lain Sadimin SPd SSos SIpem MEng Kepala SMA N 2 Brebes berhasil meraih juara 2 Kepala SMA Berprestasi tingkat provinsi Jawa Tengah, Pujiono, SPd MPd sebagai juara 3 guru SD berprestasi tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2014, Bambang Iswantoro SPd guru SMP N 04 Jatibarang sebagai juara 2 penulisan karya ilmiah dan inovatif pembelajaran guru smp tingkat provinsi Jawa Tengah, Tri Boedy Hermanto SPd. guru SMP N 03 Songgom, juara 3 karya tulis ilmiah tingkat Provinsi, Indah Retnowati MPd guru SMA 1 Bumiayu juara 2 inovasi pembelajaran: ide beraksi untuk guru oleh KPK tahun 2014
Di tahun 2014 kita juga memperoleh penghargaan sebagai Kabupaten Pro Investasi. Dan khusus untuk penghargaan ini harus kita lihat pula sebagai tantangan, karena predikat pro investasi memiliki implikasi berupa terwujudnya atmosfer kabupaten brebes yang betul-betul pro investasi. Saya yakin, predikat ini membawa harapan besar di tengah masyarakat. Menjadi salah satu bagian dari solusi besar kita untuk mengurangi jumlah pengangguran, karena dengan atmosfer pro investasi ini kita harapkan ketersediaan lapangan juga meningkat.
Yang paling menggembirakan, pembangunan infrastruktur sudah terlihat meski ada beberapa jalan dan jembatan yang masih dalam proses perbaikan. Gang-gang desa sudah banyak yang tidak becek sehingga memperlancar roda ekonomi kerakyatan. “Sejak awal pelantikan kami sebagai Bupati, Infrastruksuda kami genjot dengan secepat mungkin termasuk pengalokasian anggaran yang tidak sedikit,” papar Bupati.
Namun karena Kabupaten Brebes sangat luas maka harus bertahap. Dia bertekad dalam jangka waktu kurang dari lima tahun infrastruktur di Kabupaten Brebes akan rampung semua.
Dia berjanji, kuantitas dan kualitas program enam pilar akan ditingkatkan demi kemajuan Brebes mendatang. Yakinlah Brebes tetap Berhias, bukan Bersolek. Selamat Hari Jadi ke-337 Kabupaten Brebes. (wasdiun


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memasuki Usia ke 337 Brebes Berhias, Bukan Bersolek"

Posting Komentar