Dalam Sebulan Belasan Orang Terjangkit, Warga Kecamatan Luragung Waspadai Serangan Demam Berdarah - RADARDESA

BREAKING

Jumat, 05 Februari 2016

Dalam Sebulan Belasan Orang Terjangkit, Warga Kecamatan Luragung Waspadai Serangan Demam Berdarah

Luragung-20160204-01254

                                       dr.H. Deny Mustafa

Radardesa-Kuningan,
Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan, dr.H. Deny Mustafa meminta khususnya masyarakat Kecamatan Luragung meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit Demam Berdarah (DBD). Dalam sebulan terakhir sejak Januari 2016, belasan penduduk yang tersebar di enam desa wilayah kecamatan tersebut dijangkiti penyakit mematikan ini. Bahkan dari data yang dimiliki, dua orang diantaranya telah meninggal dunia.
Penegasan itu disampaikan dr.H Deny Mustafa saat diwawancarai wartawan media ini di ruangan kerjanya, Kamis (04/02). Menurutnya, situasi yang sedang dihadapi sekarang menyusul menjangkitnya serangan DBD di wilayah itu jelas memerlukan peran serta seluruh pihak terkait.”Kami menginginkan masyarakat sekarang ini lebih bertindak cepat jika mengetahui ada keluarga atau tetangga yang mengalami gezala penyakit ini,”ungkapnya.
Dijelaskan Deny, penyebaran serta serangan demam berdarah sudah tidak mengenal waktu. Artinya kata dia, kapan saja wabah penyakit yang satu ini bisa menyerang warga.”Dulu serangan penyakit DBD biasanya sekitar Bulan Februari sampai Maret seiring tingginya curah hujan, namun saat ini ternyata sudah hinggap lebih awal,”terangnya.
Lebih jauh Dia memaparkan, penyakit DBD juga dewasa ini tidak mudah dideteksi gezalanya. Hal itu terjadi karena dari beberapa kasus yang muncul ternyata terdapat penyakit lain yang turut menyertai. Bahkan Dia mencontohkan, DBD bisa ditemukan menumpang (komplikasi) dengan pasien yang mengidap sakit typus.”Jika bukan dengan peralatan yang semestinya maka gezala serangan DBD terlihat samar dan sulit dipastikan ,”tandasnya.
Sehubungan itu Dia berharap masyarakat diminta peka serta tanggap terhadap gezala apapun yang muncul berkenaan dengan datangnya potensi wabah tersebut. Pihaknya memesan, budaya hidup sehat untuk melawan serangan penyakit ini seharusnya rutin dilaksanakan setiap waktu secara periodik.”Langkah yang dikenal dengan sebutan 3M plus yakni menguras, menutupi genangan-genangan air dan mengubur ditambah membakar tumpukan sampah sebenarnya secara rutin perlu terus dilakukan warga,”himbaunya.
Guna melawan datangnya serangan penyakit DBD tersebut, Deny membeberkan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan sudah melakukan Fogging (pengasapan/penyemprotan) di sejumlah desa yang terkena serangan.”Kami sudah melakukan penyemprotan di Desa Luragunglandeuh, Wilanagara, Walaharcageur dan Luragungtonggoh,”ucapnya merinci.
Senada dengan harapan Kepala Puskesmas Luragung, Kepala Desa Luragungtonggoh, Dudi Setiadi memiliki gagasan persoalan sampah yang ada di wilayah kecamatan tersebut harus segera diurai sebagaimana baiknya. Menurut Dudi, sudah saatnya wilayah kecamatan di bagian timur Kuningan ini memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).”Sampah jika bisa dikelola dengan baik selain akan membawa dampak sehat terhadap lingkungan juga akan mendatangkan sisi keuntungan lain bagi masyarakat,”katanya.
Hal konkrit yang ingin dilakukannya, Dudi berharap setiap desa memiliki ‘Bank Sampah’ yang berfungsi mengumpulkan dan mengelola sampah dari setiap rumah. Setiap rumah nantinya ucap Dudi wajib memiliki tong sampah yang kemudian secara rutin dikutif salah seorang petugas yang ditunjuk.”Saya optimis lingkungan perumahan warga menjadi bersih dan sehat sehingga terhindar dari potensi serangan DBD serta bisa mendatangkan sisi kegiatan usaha,”pungkasnya. * nacep s.

Luragung-20160204-01253

Luragung-20160204-01255

84765007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar