Kodim 0712/Tegal Ikut Memeriahkan Senam Gemu Famire Dalam Rangka Pemecahan Rekor Muri - RADARDESA

BREAKING

Selasa, 04 September 2018

Kodim 0712/Tegal Ikut Memeriahkan Senam Gemu Famire Dalam Rangka Pemecahan Rekor Muri


Slawi. Radardesa.com. Dalam rangka pemecahan rekor MURI, senam gemu famire massal dilakukan di sejumlah markas TNI di seluruh Indonesia. Pada hari ini, Selasa tanggal 4 September 2018 pukul 07.00 s.d 07.40 WIB bertempat di Lapangan Upacara Makorem 071/Wijayakusuma Jl.Gatot Subroto Desa Sokaraja Kidul  Kec.Sokaraja Kab.Banyumas telah dilaksanakan ” Pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire secara serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Ke-73 dan Hari Ulang Tahun Ke-68 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2018 diwilayah Korem 071Wijayakusuma yang diikuti lk 3500 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M (Danrem 071/Wk), Kombes Pol Djuwito Purnomo,S.I.K (Ka SPN Polda Jateng), Dandim 0712/Tegal Letkol Kav Kristiyanto, S. Sos, Para Dandim Jajaran Korem 071/Wijayakusuma, Para Danyonif Jajaran Brigif 4/DR, Drs.BudiWibowo (PJ Bupati Banyumas), Kol Laut (P) Teguh Iman Wibowo (Danlanal Cilacap), Letkol Pnb Putu Sucahyadi,S.AP,M.Sc,M.M.S (Danlanud Jendral Soedirman Purbalingga ), Letkol Laut (P) Agus Haryanto (Danlanal Tegal),Mayor Lek Edi Supartono ST.M Eng (Dansat Radar 214 Tegal), AKBP Bambang Yudhantara Salamun, SIK (Kapolres Banyumas), Kapolres Purbalingga, AKBP Joko Yulianto,S.IK (Kapolres Cilacap), Kapolres Banjarnegara, Para Kasi Korem 071/Wijayakusuma, Dan/Kabalak Aju Kodam IV/Diponegoro Jajaran Korem 071/Wijayakusuma, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 071 PD IV/Dip, Ketua Pia Ardhya Garini, Ketua Jalasenastri dan  Ketua Bhayangkari.

Dalam keterangan Dandim 0712/Tegal Letkol Kav Kristiyanto, S.Sos menyampaikan kegiatan ini merupakan untuk memeriahkan HUT TNI yang ke 73 tahun 2018 dan menuju  recor muri atau rekor dunia dengan menampilkan senam gemu famire,

Adapun peserta Tari Gemu Famire diwilayah Korem 071/Wk mengerahkan 3500 personel dengan rincian sbb :  1950 personel ( TNI AD,TNI AL,TNI AU) Makorem 071/Wk beserta Jajarannya, Brigif-4/DR, Balak Aju Kodam IV/Diponegoro Jajaran Korem 071/Wk, Lanal Cilacap dan Tegal, Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, dan Satradar Pemalang.PNS : 75 personil dari Jajaran Korem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro.Polri : 250 personil dari perwakilan Polres 9 wilayah Jajaran Korem 071/Wk dan SPN Purwokerto.Persit Kartika Chandra Kirana jajaran Koorcab Rem 071/Wijayakusuma : 750 personel.Dharma Pertiwi : 50 personel baik dari Jalasenastri Cilacap dan Tegal, maupun Pia Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga dan Satradar Pemalang.PPM : 50 personel.FKPPI : 110 personel.Pramuka : 75 personelPelajar : 350 personel.

Sambutan dari Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M (Danrem 071/Wk) yaitu Mengawali sambutan ini marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-nya pada hari ini kita telah melaksanakan senam tari Gemu Famire secara serentak di seluruh wilayah NKRI dalam rangka menyambut HUT ke 73 TNI sekaligus pemecahan rekor Muri dalam keadaan sehat walafiat. “Kita ketahui bersama bahwa tarian Gemu Famire berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur yang diciptakan oleh Frans Cornelis Dian Bunda alias Nyong Franco pada tahun 2011, tarian ini merupakan salah satu tari dalam penyambutan tamu atau wisatawan asing yang datang di wilayah tersebut dengan diiringi lagu Maumere,” lanjut Danrem.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa maksud diadakannya tari Gemu Famire yang dilakukan secara massal dan serentak oleh anggota TNI-Polri, PNS, ibu-ibu Persit Dharma Pertiwi keluarga besar TNI para pelajar dan Pramuka di seluruh Indonesia ini adalah dalam rangka memperingati HUT ke 73 TNI dan untuk memecahkan rekor Muri sekaligus sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta kebhineka tunggal ikaan bangsa Indonesia.

Kegiatan tari Gemu Famire secara bersama ini juga dimaksudkan sebagai salah satu bentuk apresiasi kita terhadap upaya perlindungan dan pelestarian terhadap seni budaya luhur bangsa Indonesia. Mari Kita Renungkan Sudah berapa banyak budaya asli bangsa Indonesia yang telah diakui menjadi budaya asli negara lain seperti halnya kesenian reog ponorogo kain batik pencak silat dan masih banyak lagi tari-tarian bangsa kita yang menjadi besar dan terkenal justru di negara lain,” pungkas Danrem. (Nurul Islamiaty)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar