DPK KNPI Kec. Tarub Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram - RADARDESA

Sabtu, 08 Desember 2018

DPK KNPI Kec. Tarub Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram



Slawi – Radardesa.com. Dewan Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI ) Kec Tarub Minggu (9/12/2018) bertempat di Bulakwaru  menggelar kegiatan pelatihan budiaya jamur tiram. Pelatihan yang dimulai jam 09.00 WIB hingga selesai diberikan secara gratis dan diikuti sejumlah pemuda perwakilan dari setiap desa di Kecamatan Tarub.

Menurut DPK KNPI Kec. Tarub Tamami, SE didamping sekretaris Abdul Ghofar Ismail, SE
pelatihan budidaya jamur tiram adalah pelatihan bagi perseorangan maupun kelompok yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai usaha budidaya jamur tiram.  Selain itu pelatihan ini juga sangat cocok bagi mereka yang ingin membekali SDM-nya dengan ketrampilan dibidang pertanian sebagai bekal hidup.

Setelah mengikuti pelatihan Tamami berhaarap peserta memiliki pengetahuan mengenai prospek usaha pertanian terutama jamur tiram, mampu merancang sebuah usaha budidaya jamur tiram dengan perhitungan analisa usahanya, mempunyai ketrampilan membudidayakan jamur tiram dengan baik dan mampu menyasar pasar dengan produk segar maupun olahannya.

Materi pelatihan menurut Tamami meliputi pengenalan budidaya jamur tiram untuk pemula, teori pembuatan kumbung dan raktek pembuatan bibit jamur tiram dari F0 – F2. Hal lain yang ajarkan yakni tentang praktek pembuatan media tanam serta praktek pembuatan baglog. “ Termasuk didalamnya praktek budidaya  dan pengenalan pasca panen dan olahan jamur tiram ” ungkap Tamami

Menanggapi kegiatan DPK KNPI Kecamatan Tarub, ketua DPD KNPI Kab Tegal, Samsul Falah  pada awak media mengungkapkan kegiatan ini sebagai bagian dari programnya. Dalam memberikan bantuan bagi pelaku Usaha Kreatif Muda (UKM) dalam bentuk pelatihan secara gratis.

Pilihannya jatuh pada pelatihan budi daya jamur tiram menurut Samsul Falah lantaran usaha ini memiliki prosfek ekonomi cukup menjanjikan. Karena pasar jamur tiram ini jelas dan permintaan dari konsumen cukup tinggi. Petani mudah memasarkan hasil produksinya.

Jamur tiram, merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik sederhana. Bahan baku tergolong mudah dan murah didapat, seperti serbuk gergajian kayu, dedak padi dan kapur. Sementara, proses budi daya jamur tiram itu sendiri tidak membutuhkan pestisida atau bahan kimia lainnya.(Dasuki)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar