BACA SAJAK TEGALAN SAMPAI DI MERLION PARK SINGAPURA


Tegal - Radardesa.com. Beragam cara Komunitas Sastrawan Tegalan meroketkan basa Tegalan agar tetap eksis dan mengguruh dimana-mana.

Salah satu cara yang dilakukan dosen PNS Kopertis VI Jawa Tengah Dpk Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal, yang kebetulan Ketua Komunitas Sastrawan Tegalan, yakni Dr. Maufur, memerintahkan Mbak Selvy, mahasiswa S2 Ilmu Hukum UPS Tegal untuk membacakan puisi berjudul Lelaku Santri karyanya.

Tidak tanggung-tanggung sajak tersebut dideraikan di "Kandang Singa", tempat di mana banyak wisatawan asing bersliweran di Taman Wisata Air Patung Singa, di Singapure.

"Tidak peduli mereka paham atau tidak tentang isi sajak tegalan.  Yang pasti, bahwa bahasa tegalan bergaung membahana di tengah keriuhan dan derasnya air mancur yang meluncur dari  mulut singa di Merlion Park Singapura," ujar Maufur gembira telah "mencekoki" pelancong dengan sajak tegalan.

Seperti apa sajak Lelaku Santri yang dibacakan Selvi? Begini isinya: //Aja maning ngimpi, turu lali baé durung/aja maning ngopi, nggodhog banyu baé wurung/
pribèn pan nganggo topi, wong ning ngisoré nganggo sarung/
Ora sida mangan lawuh daging sapi nang warung//Tangi turu ndonga ndhisit, bar kuwé adus nganti bersih/mapag subuh maring mesjid, solat sunah aja kosi kesisih/sadurungé mbuka koran, wis maca ayat-ayat Al-qur'an/sadurunge mangkat kerja, wis dilakoni solat duha/nyong kudu ikhlas takdir Gusti/sing wis nentukna lair lan pati/sing penting ndonga saban dina/lan usaha temenan mbang kana-kana//Uga ora mung kerja lan mikir, tapi kambèn ndonga lan dzikir/rejeki sing diparani, ora mung dhuwit sing tak tampani/tapi nikmat séhat, nikmat sempat, lan ilmu manfaat//Kuwé arané sangu dunia akherat//.

Menurut Maufur, sajak tersebut diambil dari antologi puisi "Republik Tegalan" editor Lanang Setiawan, terbitan Balai Bahasa Jawa Tengah.

Selain membacakan puisi, dia membagikan juga dua buku,
kumpulan tulisan bertajuk "Martabatna Bahasa Tegalan" karya Dr. Maufur dan antologi puisi "Republik Tegalan".

"Di Malaysia dua buku tersebut saya serahkan langsung kepada Erwin Syah, SH.LLM Deputi Pendidikan dan Kebudayaan.
Di Singapura, dua buku tersebut saya serahkan kepada Raja Singh,
GM My Hotel di Singapura, asli penduduk India tempat kami menginap," tutur Maufur.

Ditambahkan, perjalanan dirinya ke dua negara tersebut, dalam rangka mendampingi mahasiswa S2 Prodi Ilmu Hukum UPS untuk urusan kuliah kerja lapangan (KKL) di Istana Kehakiman Malaysia.

Selama Maufur melancong di Singapura, dirinya merasakan bahwa negara bagian ASEAN ini, merupakan metafor paranoia yakni bentuk ketakutan berlebihan sebuah negara maju dengan kedatangan para pelancong.

"Nyebeli banget. Kami datang untuk belajar, masih juga dicurigai. Mahasiswa kami, diintrograsi sampai dua jam gegara namanya kearab-araban. Hape digledah. Facebook dan WhatsApp ditelusuri percakapannya juga status FBnya seperti apa. Yang macam ini kan nyengiti. Ketakutan tapi berlebihan," kesan Maufur menutup bincang. (Dasuki)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BACA SAJAK TEGALAN SAMPAI DI MERLION PARK SINGAPURA "

Posting Komentar