Maufaur Bersama Lanang Launching Buku Martabatna Bahasa Tegalan


Tegal. Radardesa.com. Dua buku serba Tegalan, siap dilaunching. Satu buku bertajuk “Martabatna Bahasa Tegalan” karya Dr. Maufur. Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan yang sudah termuat di kolom Warung Poci, Suara Merdeka edisi Suara Pantura, setiap hari Senin per dwi minggu sekali. Menggunakan Basa Tegalan.

Yang kedua, adalah antologi puisi bertajuk “Republik Tegalan” merupakan tulisan para seniman Tegal dengan editor Lanang Setiawan, diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tegah.

Peluncuran dedua buku serba Tegalan ini akan dibarengi dengan pemutaran Video Klip “Album Mini Maca Sajak Tegalan” berisi tujuh sajak karya Lanang Setiawan. Ke tujuh sajak inj dibacakan oleh Dhenok Harti. Kecuali itu, pada acara tersebut, rencananya bakal diputar film Tegalan “Titik Balik” (Religi, Tragedi, Tahta) sutradara Lanang Setiawan.

Acara helat serba Tegalan ini akan diselenggarakan di Ruangan Yayasan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Pelaksanaan bulan Februari ini. Mengundang pembicara Dr. Tri Mulyono dari Pemalang dosen UPS dan kandidat doktor Dina Nurmalisa, dosen dari Universits Pekalangan.

Menurut Dr. Maufur, buku “Martabatna Bahasa Tegalan” berisi 44 buah tulisan yang sudah termuat di kolom Warung Poci seperti yang sudah disebutkan di atas. Isi tulisan dalam buku ini, merepresentasikan kisah-kisah nyata yang terjadi sehari-hari.

“Apa saja yang terjadi di wilayah Tegal, ada dalam buku tersebut. Dari masalah hal-hal guyonan, politik, puisi, pilkada bahkan kegaduhan pemerintahan pun ada dalam buku ini,”kata Maufur.

Ditambahkan, soal ide cerita didapat dari banyak cerita teman, lingkungan, pengalaman yang diramu dengan apa yang diperoleh, baik melalui SMS, WA, dan bahkan gendu-gendu rasa.

“Pendeke, semua bisa menjadi cerita.” Sementara itu Lanang Setiawan menuturkan, antologi puisi “Republik Tegalan” merupakan salah setu buku dari sekian banyak buku bernuasa kedaerahan, yang baru pertama kali mendapat tempat istimewa dari Balai Bahasa Jawa Tengah. Lantaran sepanjang ini, Balai Bahasa Jawa Tengah (BBJT) baru pertama kali menerbitan buku puisi yang menggunakan bahasa lokal. Teristimewa adalah “Bahasa Tegalan”.

“Wujud dukungan BBJT menerbitkan Republik Tegalan, merupakan sebuah keistimewaan tersendiri dikarenakan, selama puluhan tahun gerakan Sastra Tegalan dinilai semakin mencuat dan viral khususnya di Jawa Tegah dan pada umumnya Nasional,” Papar Lanang.

Penilaian tersebut, kata Lanang lebih lanjut, semata-mata sebagai dasar kemantapan BBJT memandang perlu dan dibutuhkan pengadaan buku Republik Tegalan musti dilahirkan.

“BBJT memilih Sajak-sajak Tegalan diterbitkan tidak keliru. Karena apa?  Sejarah pergerakan Sastra Tegalan khususnya perpuisi, dimulai pada tahun 1994  dengan dihadirkannya buku “Roa, Terjemahan Penyair Nasional dalam Basa Tegalan” dan hampir tiga dasawarsa, gerakan ini ternyata tidak melemah. Bahkan semakin menggebu-gebu. Lebih lagi dengan munculnya gerakan Komunitas Sastrawan Tegalan, wilayah lainnya berlomba-lomba menumbuhkan bahasa lokal sebagai ‘Panglima’. Hal yang sama adalah memancing adanya Kongres Basa Tegal ke 2. Jadi, menurut kami, BBJT menerbitkan antologi puisi Republik Tegalan, merupakan langkah tepat dan cerdas,” pungkas Lanang. (Dasuki)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Maufaur Bersama Lanang Launching Buku Martabatna Bahasa Tegalan"

Posting Komentar