Kemenangan Jokowi, Proklamsi Kemerdekaan RI Kedua - RADARDESA

BREAKING

Senin, 15 April 2019

Kemenangan Jokowi, Proklamsi Kemerdekaan RI Kedua




Slawi – Radardesa.com.   Pengasuh pondok pesantren Mahadhut Tholabah Babakan Kab Tegal KH. Nasichun Isa Mufti memastikan pasangan calon presiden Joko Widodo  – Maruf Amin menang. Estimasi kemengan itu ia ungkapkan di kediamannya belum lama ini. Menurutnya kememanngan Capres 01 tanggal 17 April 2019  sebagai proklamsi kemerdekaan Indonesia  kedua dari penjajahan bangsa sendiri setelah sebelumnya merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dari tangan penjajahan Belanda dan para sekutunya.

Proklamasi tanggal 17 April 2019 ditandai oleh kemenangan Capres Jokowi – KH Maruf Amin merupakan kemerdekaan dari tanggan penajajah dari bangsa sendiri. Bentuk penajajah dari bangsa sendiri bisa dilihat dari upaya menghidupkan khilafah oleh HTI  sikap dan perilaku teror dan radikalisme oleh mereka yang mengaku Islam. “ Mereka mengaku warga negara Indonesia beragama Islam namun prilakunya tidak mencerminkan Keindonsiaannya”  ujarnya

Gerakan mereka menurut KH Nasichun sangat jelas dan nyata ingin merubah bentuk negara NKRI, mengganti Pancasila sebagai dasar negara bahkan ingin menghilangkan Bhineka Tunggal Ika sebagai ikatan kebangsaan. “ Bung Karno pernah mengatakan menghadapi penajajah asing jauh lebih gampang dibanding melawan penajajah dari bangsa sendiri lebih sulit” ujar Nasichun mengucap ulang ulang kata – kata Bung Karno,

Menurutnya dalam dekade ini bangsa Indonesia telah dijajah oleh bangsa sendiri. Bentuk penjajahahn itu munculnya gerakan secara masif dalam upaya menggantikan dan merubah dasar negara Pancasila, Bhineka unggal Ika  dan bentuk negara NKRI menjadi bentuk negara yang lain.

Tindakan merongrong  terhadap NKRI itu lewat berbagai gerakan seperti teror bom diberbagai tempat, sikap dan prilaku radikalisme dengan mengantasnaamakan agama. Ujung – ujungnya yang menjadi korban adalah sesama muslim. Termasuk adanya upaya mengggantikan bentuk negara dengan bentuk lain seperti khilafah oleh organisasi HTI.

Langkah tepat telah diambil pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi mendasari keputusan pengadilan telah menjadikan organisasi HTI menjadi organisasi terlarang dan tak berhak hidup dibumi Indonesia.“ Saya menyimpulkan kemenangna Jokowi dalam Pilpres 17 April 2019 merupakan proklamsi kemerdekaan kedua bagi NKRI dari penajajahan bangsanya sendiri” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama KH Nasichun menjelaskan, kelompok mereka tidak hanya menajajah bangsanya sendiri namun juga melakukan upaya pelemahan, penghancuran ormas Islam terbesar di tanah air yakni Nahdlatul Ulama (NU). Mereka tahu, NU merupakan Ormas Islam yang tidak hanya turut melahirkan NKRI namun juga begitu setia menjaga dan mengawal NKRI yang berlandaskan Pancasila. “ Kelompok wahabi tanpa disadari mereka masuk ke jamiyah NU, setelah  mendapat tempat mereka mulai memberikan doktrin – doktri wahabi. Ini yang harus diwaspadai oleh warga Nahdliyin. Namun Alhamdulillah pelatihan kader di internal NU mulai berjalan seperti Pelatihan Kader Nahdlatul Ulama (PKNU)” ungkapnya

Andil besar NU dalam melahirkan dan mengawal NKRI diakui oleh negara terbukti dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional. “ Lewat resolusi jihad yang dikumandangkan pendiri NU KH Hasyim Asyari tergeraklah perlawan terhadap Belanda dalam pertempuran 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai hari Pahlawan” ungkapnya

Sebagai Ormas terbesar NU,  tidak hanya dijajah pihak luar namun juga dari dalam internal NU sendiri. Dari internal ada upaya mengkerdilkan dengan menjadikan NU sebagai kendaraan politik yang sempit dan  sesaat demi kepentingan pribadi perseorangan. “ Mereka memanfaatkan NU untuk kepentingan mencari uang, kedudukan  dan jabatan yang sesaat, padahal politik NU itu politik kenegaraan” katanya. (Dasuki)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar