Nabung Sampah Jadi Emas di Bank Sampah Dewi Shinta - RADARDESA

BREAKING

Selasa, 30 April 2019

Nabung Sampah Jadi Emas di Bank Sampah Dewi Shinta



TEGAL– Program The Gade Clean and Gold, Memilah Sampah Menabung Emas Bank Sampah Dewi Shinta, Pondok Martoloyo Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal resmi diluncurkan, Senin (29/4/2019) pagi oleh Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M.


Hadir mendampingi Walikota, Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi, ST, M.M., Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal dr Roro Kusnabilla Erfa, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0712/Tegal Mayor Inf Akhmad Aziz, pejabat di Lingkungan Pemkot Tegal, Pimpinan PT. Pegadaian Wilayah Jateng dan DIY Mulyono SE MM, Pimpinan PT. Pegadaian Area Tegal, dan undangan lainnya.

The Gade Clean and Gold merupakan program PT. Pegadaian (Persero) berkerja sama dengan Bank Sampah Dewi Shinta. Nantinya, setiap hasil sampah yang terkumpul akan dikonversi kedalam harga emas, mulai 0,01 gram.

Pimpinan PT. Pegadaian Wilayah Jateng dan DIY Mulyono SE MM menuturkan, konsep Pegadaian Untuk Negeri diantaranya Clean and Gold. Pegadaian mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih. “Memilah sampah, menabung emas sangat sejalan dengan program bersih lingkungan, apalagi saat ini sampah plastik dan menjadi permasalahan dunia,” ujar Mulyono.

Mulyono berharap, masyarakat terus menjaga kebersihan dan inklusi keuangan dengan tabungan emas. Karena 0,01 gram stara dengan Rp 6.000, sehingga masyarakat dapat menabung emas.  Adanya fasilitas  seperti kantor, laptop, mesin pencacah menambah niilai lebih. “Kapasitas mesin pencacah 90 kg cukup besar, akan menambah nilai lebih dari sisi harga dan manfaat,” imbuh Mulyono.

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, SE., MM., mengapresiasi program Pegadaian yang luar biasa, apalagi kebersihan sebagian dari iman. “Ketika lingkungan bersih yang menikmati Kota Tegal. Kebersihan harus dipelihara,” ungkap Walikota.

Walikota berpesan agar peresmian tersebut tidak hanya kegiatan seremonial saja, akan tetapi masyarakat merasa memiliki.  Sebab, dengan merasa memiliki tentunya akan menjaga dan juga melestarikan.

Selain itu, Walikota berharap kedepan di lingkungan Perumahan Martoloyo memiliki taman baca untuk anak-anak.

Ketua Bank Sampah Dewi Shinta Rokhimatin mengucapkan terima kasih atas bantuan sarana dan prasarana dari PT. Pegadaian. Dia mengungkapkan, nantinya hasil yang terkumpul dari nasabah akan dikonversikan kedalam tabungan emas.

Rokhimatin menceritakan, Bank Sampah Dewi Shinta berdiri 19 Desember 2013 lalu. Ide merintis bank sampah bermuka, saat usai mengikuti sosialisasi tentang sampah yang diselenggarakan Kantor Lingkungan Hidup (Sekarang DLH).

Setelah pertemuan tersebut, Rokhimatin membuat bank sampah Dewi Sinta bersama 4 orang lainnya dengan nasabah sebanyak 11 orang. Setelah berjalan 5 tahun, kini mencapai seratusan nasabah, baik warga di Kelurahan Panggung, maupun luar.

Sementara Kepala Staf Kodim 0712/Tegal menambahkan dengan adanya kegiatan peresmian Bank Sampah ini akan bermunculan lagi peresmian-peresmian Bank Sampah lain, sehingga masyarakat akan sadar dengan kebersihan lingkungan,tidak membuang sampah plastik sembarangan melainkan dikoordinir untuk dimasukan di Bang Sampah.  (Nur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar