Relawan Peduli Pendidikan Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes Bersatu - RADARDESA

BREAKING

Senin, 15 April 2019

Relawan Peduli Pendidikan Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes Bersatu

Slawi - Radardesa.com. Bertempat di Meeting Room Rumah Makan Dji-Toe, Jl. Raya 2 Pesarean Adiwerna Kabupaten Tegal, Minggu (14/04/2019) diadakan Rapat Koordinasi Relawan Peduli Pendidikan (RPP) Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Syamsul Bakhri, S.Pd, M.Sos yaitu Ketua Umum Braindilog Sosiologi Indonesia dan dihadiri oleh Relawan Peduli Pendidikan dari Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Kegiatan ini dibuka dengan Sambutan oleh Ketua RPP Kabupaten Tegal Edi Sulistiyanto.

Dalam sambutannya edi mengucapkan terimakasih kepada perwakilan relawan pendidikan dari berbagai desa di Kabupaten Tegal, Perwakilan RPP Kota Tegal dan Perwakilan RPP Kabupaten Brebes yang sudah hadir. Menurut Edi “subuah komunitas yang bergerak dibidang yang sama harus bersatu, jangan berjalan sendiri-sendiri, dan harus sering melakukan pertemuan untuk saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan sehingga komunitas akan tumbuh lebih maju dan semakin menebar kebermanfaatan untuk masyarakat”.

Sebelum rapat koordinasi dimulai, ada pemaparan materi oleh pakar Sosiologi Pendidikan Syamsul Bakhri, S.Pd,.M.Sos. Dia menerangkan mengenai aspek sekolah, masyarakat, dan keluarga yang tidak bisa dipisahkan dan saling mempengaruhi maju atau tidaknya sebuah Lembaga Pendidikan. Dia juga setuju bahwa gerakan maghrib mengaji dan belajar kelompok untuk mengurangi ketergantungan anak usia sekolah terhadap gawai dan tontonan televisi dari jam 18.00-21.00 yang digagas oleh para Relawan Peduli Pendidikan adalah tindakan solutif sangat tepat.

Menurut Syamsul ”Tayangan televisi memang bisa mempengaruhi perilaku sosial anak terhadap teman sebaya atau kepada orang tuanya, contoh kasus jika anak-anak menonton tayangan sinetron atau tayangan yang tidak sesuai dengan umurnya, ia akan sangat mudah mengimitasi apa yang dia lihat dan akan mengikuti aksi-aksi yang ada di dalamnya, selain itu jika menonton televisi sudah menjadi kebiasaan akan mengganggu proses belajar anak, anak jadi malas belajar, hal ini yang harus diwaspadai oleh para orang tua karena di jam 18.00 sampai jam 21.00 banyak tayangan televisi yang menarik tapi tidak sesuai untuk anak-anak”.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Syamsul “ketergantungan terhadap penggunaan gawai pada anak juga akan menyebabkan anak kurang tertarik untuk belajar, berinteraksi dengan lingkungannya atau bermain diluar rumah dengan teman sebayanya, sehingga akan mengganggu proses tumbuh kembangnya. Sehingga apa yang dilakukan oleh para relawan peduli pendidikan ini sangat tepat, tapi mereka juga harus mengedukasi orang tua siswa agar mau mendampingi anaknya belajar dan memperhatikan tumbuh kembangnya, teknologi tidak hanya memiliki dampak negatif saja, tapi juga memiliki dampak yang positif untuk membuka wawasan anak, dengan tontonan yang tepat. Sehingga pemanfaatan teknologi untuk anak-anak perlu ada pendampingan oleh orang tuanya”  

Setelah pemberian materi, acara dilanjutkan dengan acara diskusi antar Relawan mengenai berbagai permasalahan dalam melaksanakan program maghrib mengaji dan belajar kelompok dan cara penyelesaiannya. Fokus para relawan saat ini adalah meningkatkan minat belajar dan baca anak-anak dengan mengembangkan berbagai metode pembelajaran interaktif, melakukan kegiatan bermain permainan tradisional bersama setiap minggunya, membuat taman baca masyarakat,memberikan reward kepada anak-anak yang rajin belajar kelompok bersama para relawan, dan memberikan pendidikan parenting kepada orang tua siswa.

Para relawan juga merumuskan beberapa program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Dijelaskan oleh edi “hasil rapat tadi kita akan ada program kerja bersama jangka pendek yaitu melakukan pendidikan parenting dengan melakukan Sosialisasi Program Sahabat Keluarga berkerjasama dengan Kemendikbud RI di Bulan Juli, membentuk kepengurusan tingkat kecamatan, membuat Tabloid Cetak Relawan Peduli Pendidikan, Tegal Mengaji Bersama Terbanyak (pemecahan Rekor Muri), membuat seragam Kemeja & Jas, Berkerjasama dengan Komunitas Rutela untuk mengembangkan pendidikan karakter peduli lingkungan kepada anak-anak dengan memanfaatkan sampah, kita sepakat akan menjalin Kerjasama program antara RPP Kota Tegal, Kab.Tegal, dan Kab.Brebes, dan berkerjsa sama dengan Rumah Baca/Taman Baca/dan perpustakaan”.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Edi “untuk program jangka menengah RPP Kab.Tegal adalah Perda atau Perbub pendidikan keluarga yang di dalamnya ada aturan mengenai Jam wajib Belajar di masyarakat, Targetnya pada tahun 2020 terwujud, seperti perwalkot jam belajar di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Selain itu kita akan membentuk Kepengurusan RPP di tiap desa yang ada  di Kabupaten Tegal , Kota Tegal, dan Kabupaten Brebestargetnya  Agustus 2020 Selesai. Kalau untuk program jangka panjangnya kita ada pendirian koprasi RPP targetnya tahun 202 dan akan berusaha sekuat tenaga agar gerakan ini semakin meluas sehingga terbentuk RPP di seluruh Indonesia pada tahun 2030”.
Kegiatan ini ditutup dengan do’a dan foto bersama. (Edi/Dasuki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar