Ribuan Santri Ikuti Khaul Ke 84 KH Mufti Bin Salim - RADARDESA

BREAKING

Sabtu, 25 Mei 2019

Ribuan Santri Ikuti Khaul Ke 84 KH Mufti Bin Salim

Slawi. Radardesa.com - Tidak seperti biasanya pemandangan di pondok pesantren Ma’hadut Tholabah yang terletak di Babakan Lebaksiu Kab Tegal, agak berbeda dari biasanya. Jumat sore (24/5/2019  ribuan santriwan dan para alumni serta warga sekitar kumpul di komplek pondok pesantren tersebut. Mereka mengikuti khaul ke 84 pendiri Ponpes Ma’hadut Tholabah KH Mufti Bin Salim. Kegiatan yang dilaksanakan setiap 19 Ramadhan dihadiri ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU)  H. Syamsul Arifin.


Turut hadir sejumlah habaib dan  pengasuh pondok pesantren dari berbagai kota yang juga alumni Ponpes Mahadut Tholabah. “Khaul ini menjadi agenda  rutin  pondok pesantren Ma’hadut Tholabah setiap tanggal 19 Ramadhan yang dirangkai dengan pengajian kitab pasaran” ungkap ketua alumni santri Ma’hadut Tholabah KH. Tarmudi  

Lebih lanjut ketua alunni Ponpes KH Tarmudi mengungkapkan khaul tidak hanya dihadiri warga sekitar,  namun juga para alumni pondok asal kota Tegal, Brebes, Pemalang, Purwokerto, Cirebon dan kota lain. Agenda tahunan ini banyak ditunggu warga dan para alumni karena disamping khaul pendiri pondok juga diisi khataman kitab serta buka bersama yang dihadiri alumni dari lintas generasi karena pondok ini berdiri sejak 1916 jauh sebelum kemerdekaan dan sebagai pondok tertua di Kab. Tegal. 
KH Tarmudi berharap tradisi ini akan terus berjalan sebagai antisipasi gerakan Wahabianisme yang sudah mulai masuk ke kampong - kampung. Pondok pesantren adalah benteng terakhir dalam mempertahankan tradisi Ahlussunah Waljamaah ala NU karena dari sanalah pesan-pesan agama yang rahmatan lilalamin, toleran, moderat dan akomodatif  bisa didapatkan. Jadi agama itu tidak menyeramkan,” ujarnya.

Sementara itu pengasuh Ponpes Putri KH. A. Nasichun Isa Mufti pada wartawan mengungkapkan sejarah singkat KH Mufti Bin Salim. Menurutnya KH Mufti merupakan seorang ulama asal desa Balapulang Kab Tegal. Kemudian dijadikan menantu oleh Kyai Sulaiman seorang Bekel (kepala desa) Jatimulya. KH Mufti Bin Sulaiman merintis kegiatan keaagamaan sejak 1913 yakni dengan membuka kegiatan pengajian umum di masjid Dukuh Babakan.

Ternyata kegiatan keagamaannya mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat sehingga kurang lebih dua tahun sejak pengajian dimulai, sudah mendirikan pesantren Ma’hadut Tholabah. KH Mufti Bin Sulaiman mempunyai karya kitab bernama Mu’taqod yang berisikan tentang kethauhidan. “Selama Ramadhan santri diwajibkan mengkhatamkan kitab – kitab yang diajarkan di Ponpes diantarnya kitab: Fiqih, Tasawuf, Thauhid, Nasa’i dan sejumlah kitab lainnya” ujar KH Nasichun.

Menurut KH Nasichun Pondok memiliki agenda tahunan diantaranya khaul sesepuh pondok pesantren yang dilaksankan setiap 27 Jumadil Ula, Kemudian Haflah Akhirussanah atau Imtikhan dan Khotmil Qur'an setiap 16 Sya'ban. Dan yang sekarang dilaksankan yakni khaul pendiri Ponpes KH Mufti Bin Salim yang dilaksankan setiap 19 Ramadhan. Agenda tahunan lainnya Halal Bi Halal Keluarga Besar Babakan - Balapulang, ungkapnya.  (Dasuki)
.
.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar