Sertu Masito hadiri Khaul Almarhum Almaghfiruloh KH.Muchsin dan KH.Umar Muchsin yang ke 66 - RADARDESA

TOP BERITA

Senin, 16 September 2019

Sertu Masito hadiri Khaul Almarhum Almaghfiruloh KH.Muchsin dan KH.Umar Muchsin yang ke 66

Lebaksiu - Sertu Masito Babinsa Koramil 15/Lbs menghadiri pengajian dalam rangka Khaul Almarhum Almaghfiruloh KH.Muchsin  dan KH.Umar Muchsin yang ke 66, di Ponpes Miftachul Mubtadiin Dukuh Tegalkubur Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Minggu (15/09)

Pada acara pembukaan diisi dengan Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an yang dilanjutkan dengan sambutan – sambutan antara lain dari Panitia khoul, Wakil Alumni oleh Kh. Mustamil, Camat Lebaksiu Khodmil Khoul KH.Amirudin Umar.   
Kegiatan dilanjutkan dengan Mauidhotul Khasanah oleh Maulana Al Habib Ahmad Bin Novel Bin Jindan dari Banten yang mengajak kepada seluruh umat agar bersatu di dalam menjaga keutuhan NKRI jangan sampai terpecah belah dengan isu isu politik yang nantinya akan merusak persatuan dan kesatuan. “Saya berharap kepada seluruh umat mari kita bersama sama menjaga kedaulatan NKRI dari rongrongan orang yang tidak bertanggung jawab”, ajaknya.
Syekh Dr. Torik Ghonam Al-Hasani dari Lebanon juga menghimbau kepada seluruh hadirin, agar sebagai umat Islam selalu senang membaca Al Qur'an, “karena akidah kita adalah ahlus Sunnah  waljama'ah, orang yang butuh kepada sesuatu dan bukan kepada Allah SWT berarti dia adalah orang yang lemah, sedangkan Alloh SWT sifatnya Maha Perkasa karena Allah SWT adalah pencipta bumi beserta seluruh isinya. Kita semua diminta agar selalu mengagungkan Allah SWT dan Al Qur'an, saya minta kepada seluruh hadirin jangan sampai membuang kertas-kertas yang bertuliskan nama nabi Muhamad SAW ke tempat sembarangan atau ketempat-tempat yang kotor karena Rosullah adalah makhluk yang suci”, jelasnya.
KH Khambali Utsman Pengasuh PP.Al Abror /Ketua Rois Syuriyah Dk.Yomani dalam Tausiyahnya juga menyampaikan dengan adanya kita menyelenggarakan Khaul adalah untuk mengingat para pendahulu-pendahulu kita, hal ini  termasuk rasa hormat kita kepada orang tua kepada wali wali kita sampai kepada junjungan kita semua yaitu kanjeng Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu para ulama para asadiq adalah para pejuang pejuang agama kita. “Pada siang hari ini kita semua sedang memberikan rasa hormat kepada para pendahulu kita, marilah kita kirim Taqbir, Tahlil, Tahmid kepada para pendahulu kita”, ujarnya.
Paling akhir  Mauidhotul Khasanah disampaikan oleh KH Subhan Ma'mun yang mengatakan tidak ada mahluk diatas bumi yang lebih mulia kucuali umat Manusia. Kemudian ditambahkan bahwa dalam konteks kekinian nilai-nilai tradisionalisme pesantren dihadang oleh paparan pemahaman Islam konservatif, kaku dan doktriner yang berpaham takfiri membidahkan dan mensyirikan, sehingga cenderung intolerir dengan kearifan lokal bangsanya sendiri dan jauh dari spirit nasionalisme.
Sebagai Pengasuh Ponpes KH Subhan Ma'mun mengatakan, bahwa Misi Haul ini untuk memperteguh dan memperkuat ukhuwah batiniah. “Karena ini adalah sebuah penghargaan kita terhadap guru, kepada orang tua kita, walaupun sudah wafat itulah jasa yang terbaik. Kemudian manfaatnya yang jelas adalah sebagai wahana pemersatu. Jadi kita akan terus mengembangkan dan terus mempererat hubungan. Ukhuwah Basariah pasti, ukhuwah watoniyah wajib, ukhuwah islamiyah melalui haul yang hanya ada pada umat islam. Dan ukhuwah batiniyah inilah yang luar biasa manfaatnya”, paparnya. (ats)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar