Wisata Sawah Batu Bukateja Punya Daya Tarik Tersendiri - RADARDESA

BREAKING

Minggu, 01 Desember 2019

Wisata Sawah Batu Bukateja Punya Daya Tarik Tersendiri


Slawi – Radardesa.com - Desa Bukateja terdapat area persawahan yang sangat luas terbentang, dengan total luasan hampir  83 hektar. Lebih dari 500 orang warga Desa Bukateja mencari penghidupan di bidang pertanian, hal ini menunjukkan bahwa sawah adalah salah satu sumber kehidupan utama bagi desa berpenduduk 872 KK ini.

Karena Desa Bukateja merupakan salah satu ujung terjauh sebaran batuan geologi dari aktivitas vulkanik Gunung Slamet, maka tidak heran bebatuan sisa-sisa vulkanik ini tersebar luas di sepanjang area desa, baik di permukaan tanah maupun di bawah lapisan tanah, termasuk di area persawahan,

Hal itu diutarakan Kades Bukateja Supendi pada wartawan ditengah acara launching yang juga dihadiri Bupati tegal Hj. Umi Azizah, Jajaran Forkompincam dan Forkompinda .

Dikatakan, dalam menggarap sawahnya, warga selalu menjumpai bebatuan dalam jumlah yang tidak sedikit dengan berbagai ukuran. Untuk batu-batuan yang tidak terlalu besar, batu-batuan ini akan ditata ditumpuk rapi sedemikian rupa dimanfaatkan sebagai pematang sawah. Untuk batu-batuan berukuran besar biasanya akan dibiarkan saja di sawah, atau dipecah-pecah menjadi ukuran yang lebih kecil, untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan

Sawah dengan pematang dari tanah dan tatanan batu-batuan sisa aktivitas vulkanik yang terlihat unik ini menjadi ciri khas hamparan sawah di desa Bukateja dan beberapa desa sekitarnya. Karena itu lahirlah gagasan "branding desa" dengan sebutan "Sawah Batu", sebagai sebuah identitas yang menggambarkan karakteristik alam yang spesifik di Desa Bukateja.
Menurutnya, walaupun tanahnya sangat subur, namun salah satu kendala terbesar dalam aktivitas pertanian di Desa Bukateja adalah minimnya air di musim kemarau. Jangankan untuk mengairi sawah, guna mencukupi kebutuhan keseharian warga untuk keperluan kamar mandi dan cuci di musim kemarau pun cukup sulit. Sebagian sumur warga di desa ini menjadi kering di musim kemarau.

Lahan-lahan pertanian menjadi kering dan tidak produktif di musim kemarau, dan tentu saja hal ini membuat kondisi perekonomian desa terganggu. Hal ini menyebabkan sebagian warga desa pergi merantau di musim kemarau, dan baru kembali pulang ke desanya di musim hujan.

Dari pemetaan kondisi tersebut, lahirlah gagasan dari Pemerintah Desa Bukateja untuk mengembangkan aktivitas wisata desa, sebagai salah satu alternatif solusi untuk membangkitkan perekonomian desa, mengurangi angka urbanisasi, serta mengembangkan potensi sumber daya manusia, khususnya bagi kalangan anak muda desa.

Sejak bulan Maret 2019, Pemerintah Desa Bukateja bekerja sama dengan HIDORA (Hiduplah Indonesia Raya) merancang konsep pengembangan wisata desa yang sesuai dengan karakter dan potensi yang ada di Desa Bukateja. HIDORA merupakan lembaga yang intens dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui wisata desa, berbasis pelestarian budaya dan konservasi alam serta lingkungan hidup, yang sudah banyak bergerak mendampingi desa-desa di wilayah Kabupaten Tegal dan di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur (Banyuwangi, Jember, Malang).

Karakter dan ciri khas Desa Bukateja dengan sawah batu-nya menjadi gagasan mendasar yang direncanakan untuk dikembangkan sebagai potensi wisata di Desa Bukateja. Wisata Sawah Batu Bukateja, demikian "judul" program yang mendapatkan pembiayaan dari Dana Desa ini, sebagai salah satu usaha dari BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Desa Bukateja, dan dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Bukateja, tutur Supendi (Siti Aminah).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar