Forkompimcam Pangkah Adakan Rakor Terkait Perkembangan Covid 19 di Wilayahnya - RADARDESA

Selasa, 14 April 2020

Forkompimcam Pangkah Adakan Rakor Terkait Perkembangan Covid 19 di Wilayahnya

Pangkah - Forkopincam Pangkah laksanakan Rakor secara mendadak di Balai Desa Penusupan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal terkait perkembangan Covid 19 di Wilayah Kecamatan Pangkah terutama terhadap 17 karyawan karyawati Warga Desa Penusupan yang bekerja di Pabrik Kecap yang berlokasi di Kelurahan Kagok. Minggu (12/04).
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ka Puskesmas Taryana S. Kes, Camat Drs Bambang Sihana, Danramil 11/Pangkah Kapten Inf H Radiono, Kapolsek Akp Awan A, Sekcam Cahyono S.Ip, anggota DPRD komisi VI Rita serta Kades Penusupan Yudi beserta perangkatnya juga para Ketua RT dan RW.
Dalam sambutanya Camat mengatakan bahwa rapat kordinasi yang mendadak tersebut adalah untuk menjadikan kebaikan bersama dan disarankan untuk dilakukannya isolasi komunal karena itu yang lebih aman karena jika isolasi mandiri belum menjamin yang bersangkutan menikuti aturan serta untuk Kepala Desa agar menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik.
Danramil juga dalam sambutanya menambahkan bahwa isolasi komunal merupakan langkah yang sebaiknya diambil karena warganya sudah ada yang positif Covid 19, “Kita selalu komunikasi dan koordinasi dalam hal penanganan ini. Kita semua harus selalu sosialisasi ke semua warga, setiap saat memberikan arahan dan pengertian  kepada warga masyarakat tentang anjuran, arahan, edaran dan peraturan dari Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menangani penyebaran Virus Corona dan disarankan agara setelah rakor tersebut agar membuat laporan secara tertulis ke tingkat atas agar dalam melaksanakan kegiatan mempunyai payung hukum.
Kepala Puskesmas Penusupan juga mengharapkan kerjasama antar aparat terkait penanganan covid 19 dan untuk Puskesamas akan menyediakan tim khusus untuk pemeriksaan sedangkan untuk isolasi komunal diaharapkan warga agar selalu mengenakan masker dan menjaga jarak atau physical distancing.
Rita selaku anggota DPRD juga mengatakan setuju dengan saran Forkopimcam dan menyarankan ke publik supaya menyiarkan kalau pabrik kecap tersebut bukan ada di Desa Penusupan, karena berpengaruh secara psikologi terhadap masyarakat Desa Penusupan.
Sebagai Kades, Yudi mengatakan bahwa karena sebagian besar karyawan pabrik kecap tersebut merupakan warga Penusupan sehingga ini sangat berdampak dan sarana prasarana untuk menangani akan disiapkan semaksimal mungkin. Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian dari semua pihak serta mengharapkan kerjasama RT dan RW untuk mendata dan melaporkan warga sebagai ODP.
Dalam sambutanya, Kapolsek juga menyarankan untuk mengambil langkah dalam penanganan isolasi kumunal ini lebih dahulu supaya koordinasi ke tingkat atas Pemerintah dan Dinkes Kabupaten Tegal. (ats)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar