Bang Dahnil Anzar Simanjuntak “ Seorang Mualaf berdarah daging orang Tegal ” - RADARDESA

BREAKING

Rabu, 28 Maret 2018

Bang Dahnil Anzar Simanjuntak “ Seorang Mualaf berdarah daging orang Tegal ”


Adiwerna – Tegal, Danhil Anzar Simanjuntak sosok muda Muhammadiyah yang akhir  - akhir ini menjadi soroton publik karena sepak terjangnya dalam menegakkan kebenaran dan dakwah dengan amanatnya sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah , beberapa kasus besar selalu didampinginya dari mulai pendampingang keluarga korban “ teroris” siyono hingga kasus penyidik KPK Novel baswedan serta kasus – kasus besar lainnya yang membuat semakin eksisnya tokoh muda ini, baru – baru ini Ahad, 18/03/2018  tokoh ini hadir di Tabligh Akbar hari bermuhammadiyah ranting Tembok Lor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
“ saya paling senang kalau dipanggil untuk datang di acara ranting” ujar bang dahnil saat mengawali ceramah dakwahnya, karena di  ranting dan cabang inilah terletak ruh keikhlasan dan ruhul jihad, jihad dalam arti bersungguh – sungguh dan bekerja keras.
Apalagi kali ini dia hadir disalah satu ranting wilayah Tegal, karena menurutnya dalam darah dagingnya mengalir orang Tegal, karena tiap saat dirinya makan di Warung Tegal “ Warteg” , salut pada orang Tegal karena dapat menjadi besar dan terkenal dimana – mana bahkan orang – orang yang bukan dari Tegal saja, kalau buka warung di Ibukota memakai nama Warteg, Warung Tegal.
 Lebih lanjut disampaikan bahwa dakwah Muhammadiyah itu harus memajukan dan menggembirakan, bermuhammadiyah baginya adalah satu nafas dengan bertanah air Indonesia, walaupun ada yang menyangsikan tentang ke-Islamannya .
Bang Dahnil sebenarnya seorang Muslim mualaf atau memang lahir dari seorang muslim ? , sebuah pertanyaan yang sering mengemukan karena melihat dari namanya “ Dahnil A.Simanjuntak “ orang menganggap dia seorang yang baru masuk Islam , namun dijelaskannya bahwa dirinya Lahir di sebuah desa terpencil bernama Salahaji, berbatasan dengan Aceh Tamiang (Aceh Timur) dari seorang Ayah berdarah Batak dan Ibu dari Aceh yang keluarga Muslim dan bahkan memperistri seorang anak Kyai dari Cepu.
Bang Dahnil menghabiskan masa kecilnya di Kuala Simpang mulai dari TK Aisyiyah, SDN Sriwijaya dan SMPN Kuala Simpang. Namun pada catur wulan 1 SMP, Ia dan keluarganya pindah ke Sibolga. Setelah lulus SMP Ia dan keluarganya pindah lagi ke Tangerang.

Muhammadiyah dalam dakwahnya selalu menyampaikan tentang dakwah berkemajuan, dakwah ini menurutnya adalah orang – orang Islam itu harus menjadi umat yang berkemajuan dalam arti
1.      Tauhidnya yang tinggi , Muhammadiyah selalu untuk memurnikan tauhid
2.      Akhlaknya yang tinggi, ber-Islam adalah berakhlak yang baik
3.      Tinggi ilmu pengetahuannya, sebuah peradaban diluar Islam selalu meninggalkan bangunan – bangunan fisik sebagai simbol sebuah peradaban tapi di Islam sebuah peradaban ditinggalkan dengan ilmu – ilmu pengetahuan yang tinggi untuk umat.
Dahnil Anzar Simanjutak



Sebelumnya bang Dahnil juga meresmikan sebuah sanggar pelatihan teater “ STUDY THEATRE MUHAMMADIYAH” di Ranting Bedug Kec. Pangkah Kab. Tegal , yang ditandai dengan penandatanganya di papan nama sanggar tersebut, dalam kesempatan itu disampaikan sebuah pesan “ Dengan Agama hidup akan lebih terarah dan dengan Saeni hidup akan lebih Indah “. ( Iqbal K. _MPI Kab.Tegal )

7 komentar: