Dandim Pemalang Bersama Forkopimda Mengikuti Acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan - RADARDESA

TOP BERITA

Selasa, 15 Maret 2022

Dandim Pemalang Bersama Forkopimda Mengikuti Acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan


Pemalang - Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Roihan Hidayatullah, S. Sos. M. Tr(Han) bersama Forkopimda mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Dialog  Kebangsaan dalam rangka menangkal paham radikal terorisme untuk Indonesia damai, aman dan sejahtera bertempat di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (15/3/2022)


Selain Forkopimda Pemalang kegiatan tersebut juga diikuti oleh Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat, ST., Sekda Pemalang Dr. Ap. Ir. M Arifin, M. Si., para Kepala OPD, Para Camat, Perwakilan tokoh adat, agama, masyarakat civitas akademisi dan pelajar  Kab. Pemalang, Eks Napiter asal Kab. Pemalang Tedjo Hadi Broto dan Eks Napiter asal Semarang/Ketua yayasan Permadani Husuf beserta 7 orang warga eks Napiter pantura. 


Adapun sebagai Narasumber dalam kegiatan ini antara lain  Kepala Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi, SE., Deputi I/Direktur pencegahan BNPT  Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid dan Wakil Ketua MPR RI  H. Asrul Sani, SH. M. Si. 


Dalam sambutan pembukaannya Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, ST., M. Si., mengatakan, betapa pentingnya menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme di Indonesia. Hal itu karena, Radikalisme dan Terorisme jika kita biarkan terus berkembang,maka dapat mengganggu kedaulatan NKRI. Untuk itu, berbagai upaya perlu kita lakukan agar paham-paham sesat tersebut tidak merebak di masyarakat dan merongrong keutuhan negara ini.


Selanjutnya menurut Bupati,  menangkal perkembangan paham-paham sesat ini bukanlah pekerjaan yang mudah, diperlukan kesabaran ekstra, ketelitian, kecermatan dan kebijaksanaan dalam mengatasi persoalan ini, karena sifatnya yang berkaitan langsung dengan prinsip maupun pandangan yang diyakini seseorang. Sedikit saja salah, seseorang dapat tersinggung dan membuat situasi menjadi tidak kondusif. Untuk itu, pendekatan yang humanis harus selalu menjadi prioritas dalam mengatasi persoalan-persoalan ini.


"Meskipun ini adalah pekerjaan yang sulit, namun kita tidak boleh cepat berputus asa. Jika kita bekerja bersama-sama, saling mendukung satu sama lain, maka hal yang sulit akan menjadi mudah, dan hal yang berat akan menjadi ringan", tambahnya


Pada akhir sambutannya Bupati  mengajak kepada segenap stake holders yang terlibat agar saling bersinergi dan bekerja sama dalam menyukseskan upaya menangkal Paham Radikalisme dan terorisme di indonesia, maupun Kabupaten Pemalang.


Selanjutnya, Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi, SE., menyampaikan, kegiatan silahturahmi dan dialog kebangsaan ini merupakan salah satu cara dari BNPT untuk membangun sinergi, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional demi terwujudnya Indonesia yang harmonis dan kebhinekaan. 


Secara umum gambaran potensi radikalisme di Indonesia, menurut Mayjen Nisan, dari hasil reset yang dilaksanakan BNPT di 32 provinsi pada tahun 2020 indeks potensi radikalisme mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun - tahun sebelumnya. 


"Salah satu senjata daya tangkal yang efektif dalam mereduksi potensi radikalisme yaitu dengan kebinekaan, menguatkan kearifan lokal dan membina kerukunan di daerah dalam menangkal radikalisme dan terorisme", tambahnya. 



Selanjutnya, Upaya penanggulangan intoleransi, radikalisme dan terorisme harus dibangun dengan kekuatan bersama, dengan konsep yang bersifat pentahelix semua elemen seperti pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha dan media harus bersinergi dan berkolaborasi dalam menanggulangi problem ini secara bersama-sama. 


"Ajang silaturahmi dan dialog kebangsaan seperti ini tentu saja sangat penting untuk membangun kolaborasi dan sinergi berbagai elemen dalam upaya penanggulangan radikalisme dan terorisme, pertemuan yang sangat berharga ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional, dalam rangka menanggulangi permasalahan intoleransi, radikalisme dan terorisme" Ungkap Mayjen TNI Nisan Setiadi, (pendim0711).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar