Mitigasi Bencana Alam Salem Brebes Jelang Musim Penghujan - RADARDESA

Kamis, 27 September 2018

Mitigasi Bencana Alam Salem Brebes Jelang Musim Penghujan

Brebes, Radardesa.com. Mitigasi bencana alam jelang musim penghujan Oktober 2018 - April 2019, dilakukan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Brebes melalui Sosialisasi Kebencanaan kepada warga masyarakat di wilayah Kecamatan Salem. Rabu (26/9/18).
Puluhan orang perwakilan warga dari masing-masing desa di wilayah kecamatan tersebut, sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan narasumber, Junaedi SH, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Brebes di Balai Desa Bentarsari.
Junaedi memaparkan, apabila terjadi bencana serupa berupa tanah longsor jelang musim penghujan mendatang, mitigasi bencana guna meminimalisir korban jiwa sangat diperlukan. Jadi masyarakat harus mengetahui agar lebih waspada jika terjadi hujan lebat dengan intensitas yang cukup lama. Jika terjadi bencal, masyarakat harus tetap tenang dan segera melaporkan terhadap instansi terkait, baik itu Pemerintah Daerah, BPBD maupun TNI-Polri.
“Semua akan terlibat dalam menangani bencana, prakiraan cuaca sudah mulai ada hujan sehingga masyarakat harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan terutama aliran sungai. Pemerintah desa harus segera membuat tanda jalur evakuasi untuk proses evakuasi bila sewaktu-waktu terjadi bencal di wilayahnya. BPBD hanya melaksanakan evakuasi kejadian sampai batas waktu 14 hari.” terangnya.
Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Sakwad sangat mengapresiasi upaya dari BPBD Brebes dalam memberikan sosialisasi kebencanaan. Dirinya juga sedikit menambahkan bahwa prosedur penanganan bencana alam terbagi menjadi tiga bagian yaitu penanggulangan sebelum terjadi, selama terjadi dan pasca terjadi bencana.
“Marilah kita sama-sama berjuang demi kemanusiaan, sebab penanggulangan bencana adalah tugas kita bersama yang bersifat mulia. Saya menghimbau agar warga masyarakat Salem ikut mengantisipasinya karena upaya ini merupakan salah satu pengabdian terhadap bangsa dan negara.” ajaknya.
Danramil juga berterimakasih kepada seluruh pihak dan warga masyarakat sekitar yang telah bahu membahu mengevakuasi korban bencal di Desa Pasir Panjang bersama TNI-Polri dan BPBD pada 22 Februari 2018 lalu. Ia juga menambahkan bahwa Muspika Salem, telah membentuk panitia penanganan bencana darurat, yang akan segera terjun ke lokasi sebelum bantuan dari tim penanggulangan bencana datang.
Upaya mitigasi juga dapat dilakukan seperti menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi rawan bencana melalui perencanaan tata ruang dan wilayah serta dengan memberdayakan masyarakat dan pemerintah daerah, mengingat kondisi topografi Salem yang berupa perbukitan dengan kondisi tanah dan batuan yang mudah longsor.
Tindakan preventif berupa sosialisasi dinilai sangat efektif bagi masyarakat, tentunya melalui penyampaian secara sederhana dan dengan bahasa yang mudah dipahami agar informasi dapat mereka terima dengan mudah. Optimalitas dalam sosialisasi tersebut tentunya dapat membantu mengurangi resiko akibat bencana sebagai upaya mitigasi bencana, pasalnya jika masyarakat hidup di wilayah rawan bencana maka seyogyanya terus berusaha mengantisipasinya bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Semua ini baru kita dapat lakukan apabila kita telah mengetahui segala sesuatu tentang kebumian serta bahaya dan dampak yang akan ditimbulkannya, bahkan anak usia dini di lingkungan sekolah juga perlu diberikan penyuluhan sehingga mereka akan lebih siap dalam menghadapi bencana kedepannya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kasi Pencegahan Wibowo Budi Santoso, ST.SE dan Kasi Kesiapsiagaan Abdul Farid, SH dari BPBD Brebes, Muspika Salem serta Kepala Desa Bentarsari. (pendim0713brebes..As).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar