Hankam

Hankam

Tangis Haru Di Makadam TMMD, Kembalinya Asa, Dani Kebangku Sekolah “Abdi Bisa Sakolah Deui Gratis”

KEJAR TARGET MAKADAM : Warga masyarakat Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes dan para Satgas TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes tengah kejar target pembuatan jalan Makadam TMMD sepanjang 885,5 meter di hutan jati warga Cikuya, yang nantinya digunakan sebagai jalan pertanian dan perkebunan warga, serta sebagai jalan baru yang akan menghubungkan dua kecamatan yang selama ini terisolir. Sebelumnya warga Desa Cikuya jika akan ke Desa Cikeusal Lor Kecamatan Ketanggungan harus memutar dan menempuh jarak sekitar 15 km, betul-betul terisolir dengan kecamatan tetangga. Warga dan para Satgas TMMD melangsir batu gunung untuk ditatata dalam pembuatan Makadam TMMD secara manual dengan estafet “batu gunung berestafet”, karena ada beberapa tempat dilokasi Makadam yang tidak dapat dijangkau kendaraan pengangkut material karena kondisi medannya yang terjal, licin dan ekstrim.

[caption id="attachment_11385" align="alignleft" width="502"] WhatsApp Image 2017-10-10 at 11.54.38[/caption]

DIRAYU         : Dan SSK TMMD Kapten Arh Nediono dan Danramil 17/Songgom Kodim 0713/Brebes Kapten Arm Hari Eko W, saat ikut kerja bhakti pembuatan Makadam, merayu salah satua anak yang putus sekolah untuk kembali duduk dibangku sekolah lagi, Rahma Dani (13 tahun) anak pasangan Roni dan Carkini warga Dukuh Cikuya Rt. 1 Rw. 1 Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, yang sudah putus sekolah sejak tahun 2015 dikelas 6 SD, di SD N Cikuya 3.

Dani panggilannya, ikut terlibat dan tidak mau tinggal diam membantu para tetangganya keroyokan melangsir batu gunung secara estafet untuk mengeraskan jalan tersebut. Dani yang seharusnya tidak berada dilokasi TMMD dan seharusnya di ruang kelas untuk menuntut ilmu, melalui pendekatan dan rayuan dari Kapten Arm Hary Eko dan Kapten Inf Nediono (Dan SSK) serta Kades Cikuya, Sekod, awalnya Dani menolak, karena orang tuanya tidak mampu dan tidak ada biaya untuk meneruskan sekolah lagi, namun setelah dibujuk dan diberikan pengertian akan pentingnya menuntut ilmu pendidikan, akhirnya dirinya bersedia bersekolah lagi. Danramil 17/Songgom Lettu Arm Hary Eko W, menulis data lengkap Dani untuk dilaporkan ke Dandim 0713/Brebes guna diteruskan ke Bupati Brebes, atas inisiatif dari Kapten Harry, Kades Cikuya Sekod juga segera mengambil langkah pertama dan berjanji akan segera menghubungi Kepala SD N 3 Cikuya, tempat dimana Dani dulu bersekolah untuk mengembalikannya kebangku sekolah. Semoga usaha dari TNI dan Kades Cikuya bisa menjadi awal yang baik untuk Dani untuk mengenyam kembali bangku pendidikan untuk meraih cita-citanya. Karena program wajib belajar 12 tahun juga dicanangkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Brebes Hj, Idza Priyanti, SE saat upacara pembukaan TMMD Reguler ke-100, dengan gerakan kembali bersekolah yang secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubernur Jateng Drs. H. Heru Sudjatmiko, M.Si mewakili Gubernur Jateng, dengan bantuan berupa satu stel seragam komplit beserta peralatannya kepada perwakilan anak Desa Cikuya yang ditunjuk.

CECERAN – Banyak peristiwa dalam pagelaran TMMD Reguler yang menyentuh hati warga desa sasarannya, adalah di sasaran fisik TMMD pengerasan jalan (Makadam). Hal tersebut bisa dimaklumi, karena rata-rata anak yang putus sekolah tentunya sebagian besar faktor penyebabnya adalah dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu, walaupun mungkin ada beberapa faktor tekhnis lainnya yang menjadi penyebab (sebagai contoh adalah anak putus sekolah karena hidup sebatang kara, disia-siakan orang tuanya). Acap kali, Dan Satgas TMMD maupun personel Satgas TMMD, kebanjiran pujian dan ucapan terimakasih dari warga sasaran TMMD. Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilakukan TNI dengan kegiatan kemanusiaan melalui pembangunan fisik maupun non fisik yang benar-benar menyentuh hati rakyat kecil dipelosok atau desa tertinggal dalam setiap pelaksanaan TMMD baik Sengkuyung maupun Reguler. Asas manfaat TMMD yang begitu besarnya, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemegang kebijakan dilingkungan TNI agar dapat terus diselenggarakan dengan meningkatkan segi kualitas dan kuantitas dari obyek yang akan dibangun baik berupa fisik maupun non fisik dalam TMMD selanjutnya, harapan lainnya adalah bahwa TMMD dapat dilaksanakan dalam satu wilayah kabupaten/kota setiap tahunnya.

Bukan berarti mengesampingkan pembangunan infrastruktur yang pemerintah daerah lakukan, namun pembangunan infrastruktur yang TNI lakukan melalui TMMD, jelas-jelas nyata membantu pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan di pelosok pedesaan atau desa tertinggal maupun terisolisir sehingga dapat selaras dengan desa-desa lainnya yang sudah cenderung maju. Disamping bertujuan untuk meningkatkan dan mensejahterakan ekonomi rakyat desa sasaran TMMD maupun desa tetangga dengan berbagai pembangunan seperti, pembangunan akses jalan dan Talut, jembatan, saluran irigasi, RTLH, jambanisasi, pos kamling maupun sejumlah infrastruktur umum lainnya. Dengan program TMMD Reguler, otomatis TNI melalui Kodim setempat, melaksanakan perbantuan pembangunan fisik maupun non fisik, dengan anggaran yang sudah ditetapkan, mustahil para pemborong atau kontraktor umum dapat menyelesaikan pembangunan tersebut dengan waktu dan anggaran yang terbatas. TMMD mampu mewujudkannya melalui sinergitas antara TNI dan elemen-elemen terkait lainnya dengan memanfaatkan bantuan-bantuan diwilayah dan memanfaatkan sumber daya lingkungan, serta tentu saja tidak melupakan peran serta warga desa sasaran yang begitu besar dalam mensukseskan pelaksanaan TMMD setiap harinya. Tentu kita semua faham betul bahwa, dalam konteks ini, masyarakat sasaran tidak menerima imbalan berupa apapun, mereka sengkuyung bergotong royong membantu Satgas TMMD karena apa yang dibangun TNI adalah untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Seperti halnya pada pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, dengan desa sasaran yaitu Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, dalam salah satu program fisiknya yaitu pengerasan (Makadam) dan pengaspalan jalan, membuka akses jalan baru sepanjang 2 km lebih yang nantinya dapat menghubungkan 2 kecamatan, Ketanggungan dan Banjarharjo, serta mengawinkan 2 kultur kebudayaan yang berbeda, jawa dan sunda. Otomatis dengan perkawinan 2 kebudayaan juga sangat berdampak dalam peningkatan dalam segi perekonomian. Tentusaja para Satgas TMMD kebanjiran ucapan terimakasih dari warga setempat.

Seperti dilokasi Makadam, Dan SSK dan Kades Cikuya, Sekod, memergoki Dani ikut melangsir batu gunung membantu orang tuanya, tetangga lainnya dan Satgas TMMD. Gayungpun bersambut, atas rayuan tersebut, akhirnya Dani dengan haru dan nampak bimbang menerima ajakan tersebut setelah dijelaskan bersekolah gratis nantinya dengan mata berkaca-kaca. Namun jelas terpancar rasa senang bercampur haru dan bahagia tersirat di raut wajah anak tersebut.

Dani mengatakan, “sudah dua tahun ini sejak 2015 berhenti sekolah, saya minder dengan kawan-kawan saya lainnya, namun karena bapak dan ibu saya tidak ada biaya lagi akhirnya saya berhenti untuk meringankan beban bapak,” ucapnya. Lebih lanjut Dani mengungkapkan bahwa dirinya ikut bekerja serabutan jika ada tetangganya yang menyuruhnya dengan imbalan seadanya, dan uang tersebut diserahkan ke ibunya untuk keperluan sehari-hari.

Tampaknya Tuhan mendengar doa Dani. Kini dirinya mempunyai harapan dan semangat baru melanjutkan hidup akan kembali bersekolah melalui Satgas TMMD Kodim Brebes dan Kadesnya sehingga Dani sangat bersyukur sekali yang diungkapkan melalui semangatnya yang membara melangsir batu gunung.

"Haturnuhun Pak, abdi bisa sakolah deui gratis,” (Terimakasih Pak, saya dapat sekolah lagi dengan gratis–Red),'' ungkapnya dengan logat Sunda yang kenthal. “Semoga Allah membalas budi Pak Tentara dan Pak Kades, sekali lagi haturnuhun Pak,” pungkas Dani sambil mencium tangan Kades Cikuya, Kapten Nediono dan Kapten Hary Eko.

Penuturan Kades Cikuya Sekod, “Terimakasih atas segala bentuk bantuan Bapak-bapak TNI Kodim Brebes di desa kami, saya mewakili seluruh warga Desa Cikuya, hanya bisa mengucapkan terimakasih. Semoga tahun depan TMMD memilih Cikuya kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, “Terimakasih juga kepada Bapak-bapak Satgas dan Pak Dandim Hadi atas perhatian dan dukungan kepada salah satu anak desa kami “Dani”, untuk melanjutkan sekolah lagi, dengan bantuan Pak Dandim saya yakin Ibu Bupati Brebes akan memerintahkan pihak sekolah untuk menjemput Dani bersekolah lagi dan membebaskan biaya sekolahnya, sesuai yang disampaikan Bupati melalui program wajib belajar gratis 12 tahun saat upacara pembukaan TMMD tempo hari,” pungkas Sekod.

Hal senada juga diungkakan Dan SSK TMMD Kodim 0713/Brebes, Kapten Arh Nediono, “Saya merasa kaget dan bangga, bahwa ada anak kecil “Dani” yang sangat rajin membantu para Satgas TMMD dan warga lainnya dalam melangsir batu gunung, hal seperti ini belum pernah saya temui dalam kegiatan TMMD yang pernah saya ikuti. Antusias warga Cikuya sangat luar biasa melalui segala bantuan dalam mensukseskan TMMD, bukan hanya para Bapak-bapaknya, Ibu-ibu pun keroyokan di pembangunan jalan, bahkan banyak anak kecil yang membantu pekerjaan sambil bermain. Termasuk Dani salah satunya,” ucap Nediono. Nediono juga berkata “Semangat seperti yang Dani tunjukkan dan Ibu-ibu Desa Cikuya yang sengkuyung membantu Satgas TMMD, perlu kita respond an kita apresiasi, sebagai contoh dengan mengembalikan Dani dan anak-anak lainnya di Desa Cikuya yang putus sekolah untuk belajar dibangku sekolah lagi dengan berkoordinasi serta melaporkannya kepada instansi terkait, dalam hal ini Kodim 0713/Brebes melalui Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, yang segera merespon dan memerintahkan saya untuk menindak lanjutinya dengan segera mengumpulkan data-data lengkap anak-anak yang putus sekolah di Desa Cikuya. Semoga atas bantuan Dandim 0713/Brebes ke Ibu Bupati dapat mengembalikan Dani-Dani lainnya di Cikuya kebangku sekolah secepatnya,” pungkasnya.

Sementara Carkini, ibu dari Dani dengan kaget dan mata berlinang air mata mengungkapkan, “Dia dan keluarganya sama sekali tidak pernah menyangka jika Rahma (Dani) akan bersekolah lagi, awalnya saya kaget karena yang terlintas dibenak saya hanyalah biaya, maklum Pak kami orang kecil dengan penghasilan pas-pasan dan tidak menentu, hanya cukup untuk makan sehari-hari, untuk keperluan Rahma sekolah saya dan bapaknya belum ada gambaran Pak,” tutur Carkini.

Sewaktu dijelaskan panjang lebar terkait Dani anaknya yang akan disekolahkan kembali melalui program wajib belajar 12 tahun dari pemerintah, Bu Carkini merasa senang dan sujud syukur sambil menangis, ‘’Ya Alloh terimaksih, doa kami Engkau kabulkan, haturnuhun Pak Jokowi, Pak Mentri, Pak Ganjar (Gubernur Jateng), Ibu Bupati dan Pak Dandim atas perhatian kepada kami, TMMD adalah berkah bagi kami khususnya anak saya, bapaknya Rahma pasti senang nanti mendengar kabar ini,” ucapnya.

Menurut Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, dalam gelaran TMMD Reguler 100 Cikuya, tidak hanya sasaran fisik saja yang dibangun, berbagai macam kegiatan non fisik seperti penyuluhan-penyuluhan, sosialisasi-sosialisasi dan pelayanan-pelayanan gratis banyak dilakukan.

Untuk membantu pemerintah daerah, saya sudah perintahkan anggota saya untuk segera mendata anak-anak yang putus sekolah di Desa Cikuya sasaran TMMD dan dilaporkan pada kesempatan pertama. Semua anak harus kembali bersekolah, baik anak-anak yang tidak mampu maupun anak-anak dengan permasalahan lainnya, pokoknya yang putus sekolah. Saya akan berkoordinasi secepatnya dengan Bupati terkait masalah ini, dan harus segera kembali kesekolah bagi yang layak mendapatkannya.” tuturnya.

‘’Alhamdulillah sekali lagi TMMD memberikan asas manfaat yang begitu besar kepada masyarakat desa sasaran, tidak hanya pembangunan infrastruktur fisiknya saja melainkan membangun kemanunggalan TNI-Rakyat melalui kegiatan non fisiknya, yang salah satunya perbantuan mengembalikan anak-anak putus sekolah melalui program dari pemerintah yaitu wajib belajar 12 tahun. Semoga apa yang telah TNI sumbangkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Cikuya dan Kabupaten Brebes umumnya,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Kades Cikuya, Sekod mengatakan bahwa, atas nama warganya, mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Kodim Brebes dan Pemkab Brebes. Menurutnya, kalau saja tidak ada TMMD di desanya, belum tentu jalan, jembatan, RTLH, jambanisasi dan sejumlah fasilitas lainnya bisa dibangun secepat ini. Termasuk pembuatan 1 Unit Poskamling yang selama ini belum ada didesanya, tentunya bangunan itu akan lebih menyadarkan warga saya akan pentinggnya kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan. ‘’Kalau boleh saya usul Pak, tahun depan Desa Cikuya dibangun lagi melalui TMMD baik Reguler ataupun Sengkuyung, ini permintaan dari seluruh warga saya,’’ harapnya.

Warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo patur bersyukur, menyusul dengan adanya TMMD Reguler 100 dari Kodim 0713/Brebes di desanya. Tidak hanya pembuatan jalan saja yang dilakukan di TMMD sejak pelaksanaan Karya Bhakti dan Pra TMMD yang dimulai sejak tanggal 27 September lalu, melainkan juga pembauatan Talut, jembatan, Pos Kamling, Rutilahu, Jambanisasi, Plesterilisasi dan sejumlah pembangunan lainnya.

Pasiter Kodim 0713/Brebes yang juga menjabat sebagai Perwira Kotis (Pakotis) TMMD mengungkapkan, bahwa sasaran fisik dan non fisik dalam perhelatan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya (desa sasaran TMMD), Kecamatan Banjarharjo, sangat variatif, syukur alhamdulilah kesemua target tersebut dapat terselesaikan 100 % tepat pada waktunya saat penutupan TMMD pada tanggal 26 Oktober 2017. Peran warga dan instansi pendukung terkait yang bahu membahu dengan para Satgas sangat luar biasa, bahkan untuk mencapai target tersebut harus dilakukan dengan lembur malam, “Warga Cikuya antusias masyarakatnya patut diacungi dua jempol,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, untuk sasaran fisik TMMD Reguler 100 yang telah dicapai Kodim 0713/Brebes adalah, pembuatan 1 Unit Jembatan dengan panjang 4 meter dan lebar 3,8 meter, pengerasan jalan/Makadam dengan panjang 885,8 meter dan lebar 3 meter, pengaspalan jalan dengan panjang 1000 meter dan lebar 3 meter, pembangunan Pos Kamling 1 unit dengan panjang bangunan 2 meter lebar 3 meter, rehab RTLH/Rutilahu 20 unit rumah yang merupakan bantuan dari CSR dari Bank Jateng.

Dalam pembuatan akses jalan TMMD, faktor pendukung yang sangat utama dan fital adalah pembuatan Talud penahan jalan dengan panjang 131 meter dengan tinggi berfareasi dari 0,5 - 1,5 meter. Hal ini penting karena agar akses jalan yang telah dibangun melalui TMMD dapat awet dan bertahan lama, tidak cepat rusak oleh air hujan.

Sementara untuk over prestasi fisik TMMD Reguler Kodim 0713/Brebes adalah pekerjaan Makadam sepanjang 314,2 meter lebar 3 meter dan pengecoran Plat Decker jalan yang akan diaspal panjang 1,5 meter lebar 3 meter. Over prestasi lain adalah Plesterilisasi dan Jambanisasi yang masing-masing menyasar 5 unit rumah warga.

Sedangkan untuk keterlibatan personel TMMD setiap harinya adalah, dari Satgas gabungan TMMD Kodim 0713/Brebes sebanyak 110 orang (personel dari Kodim 0713/Brebes, Yon Zipur 4/Tanpa Kawan Dya, Brigif 4/Dewa Ratna dan dari Yonif 407/Phadma Kusuma), Babinkamtibmas Polsek Banjarharjo 2 orang dan Masyarakat Desa Cikuya dari 2 pedukuhan (Dukuh Kopi dan Dukuh Cikuya) sendiri yang setiap harinya minimal 60 orang, yang setiap harinya digilir oleh Kades dan RT Cikuya secara bergantian dari 2 pedukuhan tersebut.

Dalam kesempatannya setelah upacara penutupan TMMD, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono juga berpesan kepada seluruh warga Cikuya, “Saya mohon rawat dan pergunakanlah dengan baik segala infrastruktur yang telah dibangun/diberikan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah dan dari bantuan unsur maupun elemen lainnya yang dikerjakan oleh para Satgas TNI Kodim 0713/Brebes dengan dibantu Babinkamtibmas dan masyarakat Cikuya. Sekali lagi tolong dirawat dengan baik, seperti warga merawat barang miliknya sendiri,” pesannya.

“Selain itu, saya mewakili seluruh instansi dan elemen terkait dan pendukung TMMD, secara simbolis mendirikan Tugu/Prasasti TMMD yang terletak disamping jembatan TMMD. Prasasti tersebut sebagai lambang sinergitas dari 7 (tujuh) Elemen bangsa di Kabupaten Brebes, kegotong royongan dan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pemerataan pembanguan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes khusuanya Desa Cikuya. Ke 7 (tujuh) elemen dimaksud adalah Pemerintah Propinsi Jawa Tangah, Kodam IV/Diponegoro, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Kodim 0713/Brebes, Brigif 4/Dewa Ratna, Batalyon Zipur 4/Tanpa Kawan Dya dan Batalyon Infanteri 407/Phadma Kusuma. Yang terbalut dalam NKRI Bendera Merah Putih dimahkota tugu tersebut, serta dengan tidak melupakan elemen ke 8 (delapan) yaitu masyarakat Desa Cikuya itu sendiri,”.

Terakhir penyampaian Dandim Hadi adalah, “ Prasati ini juga sebagai tanda bahwa TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes Tahun 2017 telah memilih dan menyentuh Cikuya guna memacu akselerasi pembangunan khususnya desa tertinggal, terpelosok maupun desa yang terisolir. Cikuya selama ini terisolasi dengan desa tetangganya yaitu Desa Cikeusal Lor Kecamatan Ketanggungan. Sebelumnya warga harus menempuh jarak putar sejauh kurang lebih 15 Km, dengan jalan dan jembatan baru ini, tentunya mempersingkat jarak tempuh warga. Dan selain pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga Cikuya, dampak positif lainnya dari akses jalan yang telah dibangun tersebut adalah, akan terjadi perkawinan antara dua kebudayaan yang berbeda, yaitu jawa (Kecamatan Ketanggungan) dan Sunda (Kecamatan Banjarharjo),” pungkasnya.

Sebagai bahan pertimbangan, dapatkah di tahun-tahun yang akan datang, sistem menajemen untuk pagelaran TMMD mohon dibenahi ? Pasalnya, berdasaran pengalaman, mulai dari TMMD Reguler Kodim Cilacap, Pekalongan, Banyumas dan Kodim Brebes, selalu saja muncul kendala dilapangan, yaitu terlambatnya pencairan anggaran TMMD, sehingga dalam proses pengerjaan terutama sasaran fisiknyaselalu tambal sulam. Ini adalah sebuah pekerjaan rumah yang perlu dipertimbangkan bersama, mengingat sebagai contoh rehab RTLH di setiap gelaran TMMD sangat ditunggu-tunggu warga terutama rakyat miskin. Dan mohon kiranya TMMD baik Sengkuyung maupun Reguler terus dilaksanakan, kalau bisa dalam 1 tahun empat kali, mengingat asas manfaatnya yang begitu besar dalam membantu pemerintah daerah dan rakyat miskin desa tertinggal/terisolasi khususnya.

(Serka Aan Setyawan, Pendim 0713/Brebes). http://www.radardesa.com/

(Foto : Jurnalis lapangan TMMD Kodim 0713/Brebes)

WhatsApp Image 2017-10-10 at 11.54.38 dan WhatsApp Image 2017-10-18 at 15.59.46

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tangis Haru Di Makadam TMMD, Kembalinya Asa, Dani Kebangku Sekolah “Abdi Bisa Sakolah Deui Gratis”"

Posting Komentar