Dandim Perintahkan Babinsa Peduli Wilayah Kodim Tegal Bergerak Cepat Antisipasi DBD - RADARDESA

Rabu, 24 Februari 2021

Dandim Perintahkan Babinsa Peduli Wilayah Kodim Tegal Bergerak Cepat Antisipasi DBD

 


TEGAL - Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, S.I.P. menyampaikan "Babinsa Peduli WIlayah harus selalu tanggap dengan perkembangan situasi yang ada. Bencana alam kapan saja terjadi, sekarang, Demam Berdarah menghantui Kita semua. Segera Babinsa mengatasi wilayah binaannya masing-nasing. Apa yang telah dilakukan Babinsa Koramil 05/Suradadi Koptu Kasmuri bisa dicontoh Kita semua. Pencegahan harus segera dilakukan, jangan menunggu ada korban lagi, harus" tegas Dandim. Rabu(24'2'2021)

Satu Warga Dukuh Bulakbanteng Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi terkena demam berdarah, Babinsa Koramil 05/Suradadi Kodim 0712/Tegal tanggap berkoordinasi dengan pimpinan dan unsur terkair untuk segera dilaksanakan fogging sekaligus sosialisasi PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kasus demam berdarah terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

 Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah DBD. Salah satu caranya adalah dengan melakukan PSN 3M Plus.

Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

·         Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

·         Menggunakan obat anti nyamuk

·         Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

·         Gotong Royong membersihkan lingkungan

·         Periksa tempat-tempat penampungan air

·         Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

·         Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras

·         Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

·         Menanam tanaman pengusir nyamuk

Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa (KLB).

Masyarakat diharapkan cukup berperan dalam hal ini. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus. (Pendim/lekpur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar