Petani Brebes, Tegal dan Pemalang Terima Bantuan Mentan - RADARDESA

BREAKING

Jumat, 29 Maret 2019

Petani Brebes, Tegal dan Pemalang Terima Bantuan Mentan

Brebes, Radardesa.com -  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Brebes. Kunjungannya ke Brebes dalam rangka Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan Tahun 2019 bertajuk "Apresiasi dan Sinkronisasi Petani Unggul, Petani Makmur, Petani Sejahtera, Jumat (29/3/2019) di Alun-alun Brebes.
Turut hadir selain ratusan petani dari Brebes, Tegal dan Pemalang, juga dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos, M.M., M.Han., Waaster Kasdam IV/Diponegoro Letkol Inf Budi Hermawan, Dandim Brebes dan Tegal. Bupati Brebes dan Wakil Bupati Brebes beserta Forkopimda Brebes,
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian membagikan sejumlah bantuan kepada para petani wilayah pantura khususnya Brebes, Tegal dan Pemalang. Bantuan yang dibagikan di antaranya bibit pertanian dan sayuran untuk petani, ayam dan kambing untuk para peternak. Selain untuk petani, bantuan peternakan sebanyak 50 ekor tiap Ponpes juga diberikan kepada beberapa pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Selain bantuan bibit pertanian dan peternakan berupa bibit padi dan jagung juga ayam dan kambing. Mentan Amran juga memberikan bantuan mesin pertanian berupa traktor, power tresher, hand spryer, pompa air, cultivator.
"Kementan RI pada tahun 2018 memberikan bantuan 1,4 juta ekor ayam dan bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan di wilayah Brebes", terangnya.
“Harapannya untuk mengangkat kesejahteraan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mudah-mudahan 6 bulan sampai 1 tahun ke depan, mereka yang mendapatkan bantuan tersebut sudah terbantu perekonomiannya," harap Mentan RI.
“Bantuan bibit unggul gratis diberikan kepada para petani Brebes, Tegal dan Pemalang, karena sudah berkontribusi besar menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bawang merah ke enam negara di dunia”. katanya.
Dikatakan Mentan, produksi bawang di Brebes, Jawa Tengah mampu menyerang balik Vietnam, Malaysia, Filipina dan terutama Thailand. Serangan balik yang dimaksud Mentan adalah membalikan impor menjadi ekspor, khususnya bawang merah.
"Bayangkan, dulu kita ngambil bawang dari Thailand, tapi sekarang kita balikan keadaanya menjadi ekspor ke 6 negara. Ini namanya serangan balik dari kita," kata Amran.
Amran menjelaskan, peningkatan produksi ini merupakan hasil kerja keras petani yang berkolaborasi dengan jajaran pemerintah, termasuk kerja keras Badan Urusan Logistik (Bulog) yang melakukan penyerapan bawang. Brebes sendiri selama ini dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah di Indonesia Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan beberapa daerah lain. Luas areal panen bawang merah di Brebes tercatat bisa mencapai 29.000 - 32.000 hektar dengan angka produksi sekitar 273.000 ton, cukup signifikan memberi andil terhadap total produksi nasional yang mencapai 1,4 juta ton lebih.
"Pada 2014 lalu Indonesia masih mengimpor 74.903 ton bawang merah, lalu turun drastis pada 2015 menjadi 17.428 ton, dan pada 2016 pemerintah telah menutup keran impor bawang merah. Tahun 2017 Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan mulai mengekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka ekspor bawang merah nasional pada 2017 mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 persen dibandingkan pada 2016 yang hanya 736 ton", jelasnya.
"Bulog sudah memiliki alat penyimpan canggih cold storage atau CAS (controlled Atmosphere Storage) yang bisa menampung bawang merah sebanyak 260 ton. Alat ini juga memiliki kecanggihan karena mampu menjaga kesegaran bawang sampai 6 bulan," katanya.
"Penggunaan cold storage adalah solusi permanen yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani bawang di Jawa Tengah. Secara khusus, wilayah Brebes juga sudah ditetapkan sebagai sentra produksi bawang yang mendukung ketahanan pangan nasional", ungkapnya.
"Dengan penggunaan cold storage, petani terlindungi dan konsumen terjaga. Nah, untuk pemerintah inflasi tetap terjaga dan keuntungan petani meningkat," katanya.
Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan terimakasih atas berbagai bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian. Bantuan itu, kata Idza, antara lain berupa dukungan anggaran, perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur termasuk bantuan subsidi pupuk, pemasaran dan alsintan.
"Kemudian ada juga kartu tani dan asuransi pertanian. Alhamdullilah berkat bantuan ini, produksi pertanian di Brebes mengalami peningkatan yang sangat besar. Termasuk dengan menggunakan alat penyimoan cold storage," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar