Pakai Topsindo, Pencegahan Tanaman Padi Larangan Brebes Terhadap Hama Blas - RADARDESA

Jumat, 01 Maret 2019

Pakai Topsindo, Pencegahan Tanaman Padi Larangan Brebes Terhadap Hama Blas

Brebes, Radardesa.com – Target peningkatan produksi padi untuk mencapai swasembada pangan saat ini bukan tanpa kendala, serangan hama dan penyakit siap mengancam gagal panen petani. Salah satunya serangan hama Blas di lahan persawahan Dukuh Kedungabad Desa Wlahar, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (01/03/2019).

Serangan hama penyakit ini baru diketahui setelah tanaman padi menjelang berbunga. Hal ini harus segera ditindak lanjuti untuk mencegah terjadinya gagal panen.

Sebelumnya, melalui pengamatan yang dilakukan oleh semua anggota kelompok tani kedung abad di lahan masing masing, selanjutnya mereka bersama pengamatan hama Kecamatan Larangan Raswin, PPL Desa Wlahar Asep Hatin Nuryadin, Babinsa Koramil 16/Larangan pengecekan tanaman padi yang terserang hama jenis Blass dan penyemprotan dengan menggunakan obat jenis Topsindo.

Sebelum penyemprotan dimulai, penjelasan sekilas penyakit blas, penyebab, cara pencegahannya, dan obat yang dapat digunakan untuk penanggulangannya, dijelaskan oleh Petugas Pengamat Hama Kecamatan Larangan mengatakan sebelum hama menyebar lebih luas kepada kelompok tani untuk segera penyemprotan agar hama tidak berkembang luas.

Setelah penyemprotan selesai dalam kegiatan ini Danramil 16/Larangan melalui Serka Sugiono mengungkapkan kepada petani supaya menindaklanjuti yang sudah disampaikan oleh petugas, Babinsa bersama petugas PPL para petani proaktif menanggulangi hama blass maupun hama tanaman lainnya, seperti tikus dan hama wereng sebagai antisipasi pengendalian hama yang sudah mulai menyerang tanaman padi.

Ia juga menghimbau dan mengajak para petani untuk menyemprot secara serentak guna mengendalikan serangan hama tersebut. Selain itu juga, sebaiknya penanaman padinya dengan sistem Jajar legowo (Jarwo). Karena dengan sistem tersebut akan menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30% yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro, mempermudah pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit tanaman melalui barisan kosong/lorong.

“Namun yang terpenting adalah selalu memantau perkembangan hama tersebut agar tidak menjadi banyak,” tambah Serka Sugiono. (Wdd).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar