Karang Taruna Gelar Aksi Relawan Peduli Pendidikan - RADARDESA

BREAKING

Rabu, 11 Maret 2020

Karang Taruna Gelar Aksi Relawan Peduli Pendidikan

Slawi - Radardesa.com - Puncak Aksi Serentak Relawan Peduli Pendidikan oleh Karang Taruna di Kabupaten Tegal digelar kemarin Selasa (10/3/2020). Aksi yang berlangsung selama dua hari ini berlangsung sejak kemarin Senin - Selasa 9 hingga 10 Maret 2020 diberbagai tempat.

Aksi serentak relawan peduli pendidikan itu sendiri dilaksanakan diberbagai sekolah di Kabupaten Tegal. Tema yang diusung dalam aksi tersebut yakni: "say no to bully". Sementara aksi yang digelar di Coworking Tpace Trasa ( Taman Rakyat Slawi) dipimpin langsung ketua Karang Taruna Kabupaten Tegal Edi Sulistiyanto.

Dalam aksi yang dimulai dari pukul 09.00 dilakukan dengan pembagian stiker oleh Aisyah dilanjut aksi teater oleh Kelompok Belajar Lentera Hati Durensawit - Kesuben Kec. Lebaksiu. Aksi diakhiri dengan penandatangan bersama diawai oleh pihak Kepolisian dalam hal ini diwakili Siswandi. Sedangkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal diwakili Kabid Dikdas Satiyo 

Kabid Dikdas Dikbud Kab. Tegal Satiyo pada awak media menyampaikan sangat mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan "stop bullying" kekerasan dalam dunia pendidikan. Lebih lanjut Satiyo berharap kedepan kegiatan semacam ini lebih melibatkan banyak pihak.

Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Kab. Tegal Edi Sulistiyanto menurutnya aksi serentak relawan peduli pendidikan ini sengaja digelar sebagai jawaban atas maraknya kasus bullying dalam dunia pendidikan. " Saya berharap kasus bullying didunia pendidikan tidak lagi terjadi. Karena ini sangat mencoreng dunia pendidikan kita" ungkap Edi Sulistiyanto.

Menurutnya kasus bullying didunia pendidikan terjadi tidak hanya terjadi antar sesama siswa, tenaga pendidikan dengan siswa namun ada juga guru yang di bullying oleh orang tua siswa. "Semua itu bisa kita saksikan sendiri lewat tayangan media cetak, cyber, televisi maupun media sosial. Tentu ini suatu hal yang sangat memprihatinkan dan kedepan tidak terjadi lagi" harap Edi Sulistiyanto. (Dasuki/Edi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar