Kapten Inf Taryoto menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M Kanzus Sholawat Pekalongan - RADARDESA

BREAKING

Kamis, 28 November 2019

Kapten Inf Taryoto menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M Kanzus Sholawat Pekalongan

Pekalongan – Kapten Inf Taryoto yang mewakili Dandim 0712/Tegal menghadiri rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M Kanzus Sholawat Kota Pekalongan pimpinan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya bertempat di Kanzus Sholawat Jl.Dr Wahidin No.70 Kel.Nonyontaansari Kec.Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Rabu malam (27/11)

Rangkaian peringatan Maulid Nabi di Kota Pekalongan ini dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kebangsaan dengan judul "Parikesit Mandhito", dengan Dalang Ki Mantep Sudharsono dari Solo.
Selain Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya hadir juga pada kegiatan tersebut Nusron Wahid Anggota DPR RI Fraksi Golkar, H. Saelany Mahfud. SE Walikota Pekalongan, Sabilillah Ardi Wakil Bupati Tegal, Dandim Pekalongan yang diwakili Kapten Inf Dwi Darmasto, Para Pimpinan OPD Kota Pekalongan dan Para Tokoh Agama Kota Pekalongan serta Para seniman legendaris indonesia.
Dalam sambutannya Walikota Pekalongan atas nama Pemerintah Kota Pekalongan mengapresiasi atas terselenggaranya pagelaran wayang kulit oleh Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW "Kanzus Sholawat setiap tahun. “ Wayang kulit adalah salah satu seni budaya warisan leluhur yang harus senantiasa kita pelihara dan lestarikan. Kalau kita tidak menguri-uri budaya jawa terus siapa lagi yang akan melestarikannya. Pagelaran wayang kulit ini selain menjadi sarana pelestarian budaya, juga menjadi hiburan bagi masyarakat’, jelasnya.
Maulana Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya pada kesempatan yang sama juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu undangan. “ Pada malam ini acara wayang kulit merupakan nguri nguri budaya jawa yang akhir akhir ini hampir punah. Pada jaman dulu penyebaran agama Islam oleh Walisongo lewat kesenian wayang kulit yang sampai sekarang para karakter tokoh wayang menjadi suri tauladan. Mudah mudahan tiap tahun dalam acara maulid akan kita isi pagelaran watang kulit untuk nguri nguri budaya jawa”, harapnya. (ats)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar