Dispermades Gelar Raker Percepatan Dana Desa Tahun 2020 - RADARDESA

Rabu, 26 Februari 2020

Dispermades Gelar Raker Percepatan Dana Desa Tahun 2020

Slawi - Radardesa.com - Dispermades Kab Tegal Rabu 26 Februari 2020 bertempat di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal. Melaksanakan rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa Kabupaten Tegal Tahun 2020.

Hadir dalam kesempatan itu Hj. Umi Azizah Bupati Tegal, Prasetyawan kepala Dispermades,  Akhmad Joni Anwar Kepala Bank Jateng Provinsi Jateng, Hery Hartoyo Kepala Cabang Bank Jateng Wilayah Kab Tegal  Fani Farianto Ka. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tegal, Sigit Haryanto Ka Kasie Pengawasan dan Konsultan Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan para Sekdes, Kades dan bendahara desa se Kab Tegal

Prasetyawan Kepala Dispermades Kab Tegal dalam sambutannya mengatakan DPKD  hadir memberikan informasi terkait dengan bagaimana nanti proses penyaluran dana.

"Karena Bank Jatenglah nanti juga yang memegang rekeningnya. Berikutnya nanti mungkin dari informasi sendiri kaitanya dengan Perbup No 2  kaitanya ADD dan DD. Sedikit akan kami sampaikan pada rekan-rekan supaya nanti mereka sudah bisa tahu meskipun kami juga share semuanya baik itu DD dan ADD  produknya. Terrmasuk keputusan Bupati sudah kami share kepada para camat kepada forum kepala desa forum Praja, BPD" ujar Prasetyawan.

Sementara Hj. Umi Azizah Bupati Tegal dalam pengarahannya mengatakan, jalan masyarakat bisa menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan derajat kesehatan juga meningkatkan pendidikan masyarakat desa. "Khususnya pemerintah menerapkan kebijakan bantuan pembangunan desa melalui program dana desa di samping tentunya juga ada Alokasi Dana Desa juga bantuan bantuan yang lain kalau kita melihat jumlahnya" ungkap Umi

Dana Desa tahun pertama kali digulirkan tahun 2015 menurut Bupati Umi, jumlahnya ada 20,8 triliun tahun 2020 ini sudah meningkat tajam menjadi 72 triliun di Kabupaten Tegal sendiri tahun pertama 23 miliar tahun ke-tiga, 360 miliar. Manfaat dari dana desa warga desa sudah merasakan jalan-jalan desa menjadi semakin halus kemudian drainase juga sudah dibangun.

Lebih lanjut Bupati Mengatakan dampak yang kurang bagus karena mempunya dibeton sehingga air semuanya mengalir ke sungai-sungai menjadi melimpah ketika hujan dan takutnya di bawah banjir tujuan utamanya selain untuk memandirikan desa adalah menurunkan jumlah penduduk miskin pedesaan. Karena Bapak Ibu warga miskin di pedesaan ini jumlahnya 2 kali lipat dari warga miskin yang ada di perkotaan.

Intervensi kebijakan inilah yang seèsungguhnya harus kita tangkap dengan baik untuk mempercepat laju penurunannya kemiskinan pemerintah perlu mengurangi kendala dalam Penyaluran dana desa di tahun 2020

"Seperti halnya jalan kalau dulu ke Jakarta Butuh waktu 8 jam bahkan terkadang 14 jam ke Semarang butuh waktu 4 sampai 5 jam sekarang dari exit tol Kalimati cukup 90 menit atau satu setengah jam" ujarnya

Dibagian lain dikatakan, selain untuk mempercepat proses juga mencegah terjadinya pengendapan dana desa di rekening pemerintah pusat maupun daerah. Mulanya menunggu 1 Kecamatan selesai sekarang tidak bisa bisa mencairkan tiap minggu atau mungkin dalam 1 minggu bisa berkali-kali berkali-kali tentu sesuai dengan kemampuan penyerapan.

Pembagian antara desa yang sudah Mandiri dan desa yang masih dalam kategori reguler reguler 40 40 20 60 40% kewenangan penerbitan SPM SP2D sekarang ada di kepala KPPN Tegal.

Kuasa pengguna anggaran dana DAK non fisik dan dana dana desa bukan lagi BPKD Kabupaten Tegal. Bank yang terdaftar dalam sistem kliring nasional bank Indonesia tadi sudah dijelaskan oleh Kepala Desa dan rekening kas desa dari satu Desa hanya diperbolehkan rekening nomor 2 tahun 2020 tentang dana desa dan 6 6 tahun 2019 tentang Alokasi Dana Desa serta telah menerbitkan surat edaran terkait penegasan penggunaan desa di tahun 2020

Kebersamaan dan dukungan dari pemerintah Desa tadi saya contohkan PAUD kemudian madalah  sampah, kepemudaan, kewirausahaan yang pengurangan angka pengangguran.  Pekerjaan-pekerjaan tidak dipihak ketigakan akan tetapi harus dilakukan secara Swadaya dengan menggunakan sumber daya manusia yang ada di desa.

"Karena tujuannya ini untuk mengurangi kemiskinan mengurangi angka pengangguran tolong dicatat ya dicatat ibu bapak yang berbahagia berkenaan dengan hal tersebut maka saya minta Pemerintah desa bersama BPD dalam mengatur kegiatan yang bersumber" pungkas Bupati. ( Siti Aminah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar