Danramil Tegal Selatan ikuti Rakor pemantapan PTSL - RADARDESA

BREAKING

Senin, 13 Mei 2019

Danramil Tegal Selatan ikuti Rakor pemantapan PTSL

Tegal – Bertempat di Kantor BPN Kota Tegal Danramil 21/Tegal Selatan Kapten Inf Sopan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pemantapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kelurahan Tahun 2019. Jum’at (10/05)

Selain Danramil Tegal Selatan, Rakor tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPN Syiamto A. Ptnh,  M. Si., Camat Tegal Selatan Budi saptaji, Kalur Bandung dan Kalur Kalinyamat wetan, Babinsa Koramil 21/Tegal Selatan, karang taruna serta tokoh madyarakat.
Dalam sambutannya Kepala BPN mengatakan bahwa untuk mensukseskan program pemerintah pusat, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tegal untuk kesekian kalinya menggelar acara sosialisasi mengenai Pendaftaran Tanah Sistematis Legkap (PTSL) Tahun Anggaran 2019 .
“Perlu sinergitas dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kelurahan dan Aparat kewilayahan Babinsa dan  babinsa agar percepatan program ini dapat tercapai dengan baik dan aman serta lancar”, ucapnya.
Ia juga menjelaskan perlu adanya pemetaan partisipasif dalam percepatan penyelesaian PTSL, merupakan program Pemerintah Pusat yang di bantu seluruh stakholder dan dibantu masyarakat dalam pemetaan maupun sertifikat dari masing- masing warga yang ada pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
“Sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi Kepala kelurahan untuk belajar mamahami regulasi, sehingga tidak melanggar aturan hukum dalam penyelengaraan program PTSL. untuk mensukseskan program PTSL dan memastikan jangan sampai ada masalah" tegasnya.
Selanjutnya, seluruh perangkat kelurahan diharapkan mampu mensukseskan target dari BPN yakni 2000 sertifikat dengan catatan tidak melanggar aturan hukum. Kepala kelurahan harus benar-benar memahami aturan PTSL tetapi juga mempermudah masyarakat dalam mendapatkan sertifikat tanah.
“Keberadaan sertifikat tanah sebagai tanda bukti kepemilikan dan juga kekuatan hukum penting dalam menghindari sengketa tanah antara keluarga maupun lingkup masyarakat”, pungkasnya. (ats)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar